digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Material mesopori dengan luas pennukaan tinggi, seperti silika KIT-6 dan karbon mesopori menunjukkan potensi besar sebagai penyangga katalis yang efektif karena stabilitas dan kemampuannya memfasilitasi difusi reaktan.Pada penelitian ini, silika mesopori IGT-6 disintesis menggunakan surfak1:an Pluronic Pl 2J dalam suasana asam, yang kemudian digunakan sebagai cetakan untuk mensintesis karbon mesopori (MC) berstruktur negatif KIT-6. Nanopartikel Au dicampurkan pada kedua material penyangga tersebut, sebagai Au-KIT dan Au-MC, untuk mencegah terjadinya aglomerasi pada nanopartikel Au. Keberhasilan pembentukan nanopartikel Au dikonfi11nasi mclalui analisis UV-Vis Diffi1se Refle ctance Spectroscopy (DRS) yang menunjukkan puncak serapan khas nanopartikel Au pada rentang panjang gelombang 500-550 run. Pengujian aklivilas kalaliLik malerial dilakukan melalui reaksi reduksi p­ nitrofenol yang bersifat toksik menjadi p-aminofenol yang lebih aman menggunakan pereduksi NaBH". Hasil uji katalitik menunjukkan bahwa katalis Au-KIT memiliki perfonna yang lebih unggul dibandingkan Au-MC, di mana reaksi reduksi menggunakan Au-KIT selesai dalam waktu kurang dari 1 menit, sedangkan Au-MC membutuhkan waktu sekitar 7 me11it. Melalui persamaan Arrhenius dan Eyring pada basil uji katalitik Au-KIT dan Au-MC dcngan variasi suhu, diperoleh parameter kinetika reaksi secara berurutan Eobs (60,68 dan 196,iO kJ/mol), Hi (58,23 dan 194,24 kJ/mol), si (-0,044 dan 0,297 kJ/mol.K), dan Gt (71,51dan 74,97 kJ/mol). Studi kinetika yang dilakukan mengindikasikan bahwa material mesopori basil sintesis dapat digunakan sebagai material penyangga katalis Au. Penentuan mekanisme reaksi menggunakan persamaan Arrhenius dengan variasi konsentrasi p-nitrofenol dan NaBH4 pada rcduksi p-nitrofcnol mcnunjukkan bahwa kedua katalis mcngikuti mekanisme reaksi Langmuir-Hinshelwood.