Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia merupakan salah satu perpustakaan akademik di Indonesia yang mengusung konsep library as a social place. Tren desain library as a place di era digital ini telah menggeser perubahan fungsi dan makna perpustakaan. Dengan bergesernya fungsi perpustakaan, penerapan desain interior Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia diharapkan dapat meningkatkan tingkat kepuasan pengguna perpustakaan sehingga tercipta keterikatan pada tempat (sense of place). Hal ini membuat aspek-aspek pembentuk sense of place diangggap penting terkait kebetahan berpustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran kualitas interior ruang pada Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia dalam proses terbentuknya sense of place sehingga menjadi aspek utama terkait pencapaian kepuasan pengguna perpustakaan. Proses pembentukan sense of place dipengaruhi oleh tiga aspek hubungan manusia dengan tempat, yaitu aspek kognitif (fisik), aspek fungsi (perilaku), dan aspek makna (emosi). Penelitian dilakukan pada area perpustakaan, area lobby, dan area plaza Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, di Depok. Dalam mengkaji pengaruh ketiga aspek tersebut secara komprehensif, metode penelitian yang digunakan adalah mixed approach dengan strategi eksploratori sekuensial. Tahap kualitatif dilakukan dengan metode analisis deskripif, sedangkan tahap kuantitatif dengan melakukan kuesioner terhadap 100 orang pemustaka guna mengidentifikasi aspek-aspek pembentuk sense of place dan tingkatan sense of place. Sampel dalam penelitian ini adalah pengunjung yang Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia, baik warga Universitas Indonesia maupn non-UI, yang dipilih dengan metode purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan preferensi pada aspek fisik di masing-masing area penelitian. Aspek fisik utama yang memicu pembentukan sense of place pada area perpustakaan adalah suhu ruang, sedangkan pada area lobby dan plaza adalah kemudahan mengakses tempat. Preferensi utama aspek emosi adalah keinginan untuk dapat menghabiskan waktu luang dengan kondisi yang membuat betah dan nyaman. Selain itu, perilaku para responden terhadap Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia adalah menjadikan perpustakaan sebagai tempat mengeksplorasi ide/gagasan/inspirasi dan juga sebagai tempat pelarian untuk bersantai, sehingga pemustaka sering kali lupa waktu. Hal ini berarti, fungsi Perpustakaan Pusat Univ. Indonesia saat ini adalah sebagai tempat rekreasi. Selanjutnya, pengaruh karakteristik dan preferensi responden tersebut menunjukkan bahwa tingkatan sense of place pada Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia berada pada tingkat kelima, yaitu pemustaka mendapatkan kepuasan serta menikmati suasana yang tercipta di lingkungan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia (identifikasi dengan tujuan tempat
Perpustakaan Digital ITB