digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Joice Fiskia Yusriani
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Seiring produk pembiayaan berbasis kelompoknya mencapai kejenuhan pasar, Bank Jingga mengejar pertumbuhan berkelanjutan dengan meluncurkan bisnis baru, yaitu pembiayaan bersama Syariah. Inisiatif ini, yang merupakan bagian dari sinergi dengan perusahaan induknya, Bank Hijau, disusun berdasarkan akad syariah, termasuk Wakalah untuk kemitraan keagenan dengan perusahaan multifinance, Musyarakah untuk model bagi hasil, serta Murabahah dan Ijarah Multijasa untuk pembiayaan bagi pelanggan akhir. Lini bisnis ini berada di posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang pasar yang signifikan. Ada potensi pertumbuhan yang sangat besar karena pembiayaan syariah hanya menyumbang 5% dari total pasar multifinance di Indonesia. Sinergi dengan Bank Hijau memberikan keunggulan kompetitif yang jelas, menawarkan akses bagi mitra multifinance ke fasilitas syariah dan konvensional, memperluas jangkauan pasar mereka. Selain itu, banyak pelanggan akhir menganggap akad Syariah seperti Murabahah sebagai proposisi nilai yang menarik karena prinsip-prinsip etis dan transparan mereka. Namun, implementasi lini bisnis baru ini dikelilingi oleh beberapa ketidakpastian. Riset ini menggunakan perencanaan skenario sebagai kerangka prediktif untuk mengelola kompleksitas ini, menantang asumsi yang ada, dan mengembangkan strategi yang kuat. Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang didasarkan pada interpretivisme. Proses perencanaan skenario dimulai dengan mengidentifikasi kekuatan pendorong utama yang memengaruhi keberhasilan inisiatif pembiayaan bersama. Kekuatan pendorong ini dikumpulkan secara sistematis melalui wawancara semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan dan dikategorikan menggunakan analisis STEEP untuk memastikan penilaian lingkungan bisnis yang komprehensif. Pendorong yang diidentifikasi kemudian diberi peringkat berdasarkan tingkat kepentingannya terhadap isu utama dan tingkat ketidakpastiannya. Investigasi sistematis ini mengidentifikasi ketidakpastian paling kritikal yang secara signifikan membentuk masa depan bisnis pembiayaan bersama. Ketidakpastian kritikal ini kemudian berfungsi sebagai sumbu untuk matriks 2x2, yang digunakan untuk membangun kerangka kerja yang terdiri dari empat lingkungan operasional masa depan yang masuk akal, berbeda, dan secara struktural berbeda. Alih-alih membuat satu prediksi, penelitian ini menggunakan skenario yang dikembangkan untuk mengevaluasi ketahanan pendekatan strategis Bank Jingga. Kerentanan potensialnya terungkap dengan menganalisis bagaimana rencana awal akan berkinerja di bawah kondisi masa depan yang berbeda. Proses analisis untuk setiap skenario dimulai dengan analisis SWOT, di mana Kekuatan dan Kelemahan internal Bank Jingga dianggap konstan terhadap variable eksternal Peluang dan Ancaman yang unik untuk setiap masa depan. Setelah itu, matriks TOWS mengkombinasikan faktor internal dan eksternal ini dan menciptakan pilihan-pilihan strategis awal. Pilihan-pilihan ini kemudian dikembangkan sepenuhnya menjadi rencana yang komprehensif dan dapat diimplementasikan menggunakan kerangka Strategy Diamond, yang menguraikan lima elemen strategi: Arena, Kendaraan, Pembeda, Penahapan, dan Logika Ekonomi. Kerangka kerja ini memastikan terciptanya strategi yang disesuaikan dan kuat yang mempersiapkan Bank Jingga untuk merespons perubahan eksternal secara efektif. Riset ini diakhiri dengan memberikan solusi bisnis kepada Bank Jingga melalui rencana implementasi yang detail dan dapat ditindaklanjuti. Rencana ini menguraikan inisiatif untuk membangun tata kelola Teknologi Informasi yang kuat, merampingkan pengambilan keputusan kelompok, membangun kemampuan manajemen pengetahuan internal, dan menerapkan Sistem Peringatan Dini (EWS) yang dinamis. Sistem Peringatan Dini (EWS) dimaksudkan untuk memantau indikator utama secara sistematis melalui dasbor manajemen guna memberikan peringatan dini tentang potensi perkembangan. Alih-alih merespons krisis setelah terjadi, ini memungkinkan manajemen untuk membuat penyesuaian strategis yang proaktif dan berbasis data. Dengan mengadopsi proses perencanaan skenario dan hasilnya, Bank Jingga dilengkapi dengan kelincahan strategis untuk mengidentifikasi masa depan yang muncul dan menyesuaikan pendekatan mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan peluncuran yang sukses dan berkelanjutan.