digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2026 SK PP Final Project_Alif Rizqy Abdallah_19223011
Terbatas  Jufrizal Effendi, S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Industri fesyen ramah Muslim di Indonesia berkembang pesat, namun banyak startup fesyen masih mengandalkan keputusan produksi berbasis intuisi daripada perencanaan terstruktur. Etthra, startup hijab aromatik yang berdiri pada 2025, mengalami dampak nyata dari hal ini: dari Oktober 2025 hingga April 2026, 107 dari 186 unit lini Seth Viscose Pashmina tidak terjual (mengikat modal IDR 4.258.279), sementara lini Ethel Square dengan sell-through rate 68% justru tidak pernah di-restock. Penelitian ini merancang kerangka Sales and Operations Planning (S&OP) yang ringan bagi Etthra: mendiagnosis akar permasalahan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis fishbone, lalu menguji empat metode peramalan permintaan, Simple Moving Average (SMA), Weighted Moving Average (WMA), Single Exponential Smoothing (SES), dan pendekatan naif, terhadap data penjualan tujuh bulan. SMA dengan jendela tiga bulan menghasilkan kesalahan peramalan terendah (MAPE 63,09%, dibanding 175,98% pada pendekatan intuitif Etthra saat ini). Dikombinasikan dengan safety stock 7 unit dan reorder point 14 unit, SMA menjadi dasar siklus perencanaan bulanan empat tahap tanpa perlu tambahan karyawan atau perangkat lunak khusus, membawa Etthra dari perencanaan ad hoc menuju S&OP yang standar dan lintas fungsi. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas pendekatan peramalan ke tingkat SKU dan menguji kinerja kerangka ini pada rentang data yang lebih panjang.