Haura Azizah Ahmad [17021040]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Kegelisahan terhadap budaya pencapaian yang melelahkan, memicu kerinduan
akan ketenangan batin. Refleksi kritis terhadap fenomena tersebut menimbulkan
ketertarikan pada fenomena tidur yang dalam budaya pencapaian sering dianggap
sebagai istirahat biasa atau kemalasan. Tidur kemudian dipandang sebagai simbol
ketenangan batin yang diposisikan sebagai sesuatu yang bernilai lebih tinggi dan
dianggap penting dibandingkan budaya pencapaian tersebut. Lingkup
permasalahan karya ini mencakup bagaimana tidur sebagai simbol ketenangan
batin dapat dimanifestasikan melalui seni patung dan proses penciptaannya. Teori
utama yang digunakan adalah teori seni sebagai simbol oleh Susanne K. Langer
dalam bukunya Feeling and Form (1953). Visualisasi gagasan berpusat pada
penciptaan kesatuan bentuk yang berfungsi sebagai simbol dalam
mengartikulasikan perasaan tenang. Karya ini diwujudkan melalui medium seni
patung figuratif dengan marmer putih sebagai material utama. Miniaturisasi dan
elemen instalasi dalam seni patung digunakan sebagai strategi artistik yang
mendukung kematangan visualisasi gagasan. Proses penciptaan karya meliputi
empat tahapan utama yaitu eksplorasi gestur tidur, pembuatan sketsa karya,
produksi objek patung, dan pemasangan atau display karya. Seluruh rangkaian
proses menciptakan hasil karya berupa patung figuratif berskala miniatur dengan
material marmer putih yang menampilkan sosok perempuan tertidur. Karya ini
tidak hanya mewakili pengalaman batin pribadi terkait ketenangan dalam tidur,
tetapi juga mencerminkan pengalaman kolektif masyarakat. Interpretasi dan
pemaknaan terhadap karya tetap bergantung pada penonton dan bagaimana karya
tersebut dipersepsi. Pada tingkat yang lebih dalam, karya diharapkan tidak sekadar
memberikan pengalaman visual tetapi juga memantik pengalaman eksistensial yang
bermakna.
Perpustakaan Digital ITB