digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Transisi Indonesia dari Minimum Essential Force (MEF) menuju Optimum Essential Force (OEF) 2025–2029 menuntut penguatan kapabilitas industri pertahanan nasional. PT Pindad, sebagai produsen utama alat pertahanan matra darat dalam ekosistem DEFEND.ID, dituntut meningkatkan kapasitas produksi dan kinerja operasional guna mendukung kesiapan pertahanan nasional. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara kapasitas produksi terpasang dan output efektif akibat inefisiensi aliran proses, kendala koordinasi produksi, serta keterbatasan efektivitas operasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja operasional Divisi Senjata PT Pindad serta merumuskan roadmap Operational Excellence (OpEx) untuk mengoptimalkan kapabilitas produksi dalam mendukung target OEF. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui studi kasus dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasi shopfloor, serta analisis data produksi periode 2022–2024 menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), dan Gap Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kapasitas terpasang meningkat sebesar 33% dari 45.000 menjadi 60.000 unit per tahun, kinerja operasional belum optimal akibat ketidakseimbangan proses, bottleneck pada tahapan machining dan assembly, tingginya changeover time, serta keterlambatan quality assurance yang membatasi throughput dan memperpanjang lead time. Temuan utama menunjukkan bahwa kendala produksi lebih dipengaruhi oleh efektivitas sistem produksi dan stabilitas aliran proses dibandingkan keterbatasan kapasitas fisik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan roadmap implementasi OpEx secara bertahap yang mencakup fase stabilisasi (2026), optimasi (2027– 2028), dan institusionalisasi (2029) dengan fokus pada peningkatan keseimbangan lini produksi, integrasi proses, serta penguatan tata kelola perbaikan berkelanjutan. Roadmap ini diharapkan menjadi kerangka transformasi operasional bagi PT Pindad serta model awal penguatan kapabilitas industri pertahanan nasional dalam mendukung pencapaian target OEF.