Ledakan popularitas padel di Jabodetabek, ditandai dengan peningkatan jumlah lapangan padel sebesar 74% dan tingkat hunian rata-rata 95,04% pada tahun 2025. Angka-angka ini menjadi daya tarik bagi investor untuk masuk secara besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah masuknya investor untuk membangun lapangan padel mengindikasikan risiko terjadinya gelembung pasar. Analisis ini akan dilihat dalam tiga tingkatan cakupan analisis, yaitu pasar lapangan padel, kedua pasar sesi bermain kelompok yang diselenggarakan oleh komunitas klub padel, dan ketiga analisis dalam lingkup individu dengan analisis pendorong permintaan, analisis tipologi, dan analisis kesediaan membayar.
Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa tingkat hunian lapangan padel anjlok dari 95,04% menjadi 25,51% secara universal di semua lapangan yang diamati. Teramati juga bahwa harga lapangan yang ditetapkan pada Juli-Agustus 2025, dibandingkan dengan Juni-Juli 2026 mengalami penurunan sebesar 31,7%, tetapi penurunan harga ini mungkin tidak efektif karena tingkat hunian masih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa kelebihan pasokan bersifat struktural dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui penyesuaian harga. Berbeda dengan pasar lapangan padel, sesi padel masih memiliki tingkat hunian yang tinggi, dengan rata-rata 91,5% dan median 100%. Lebih lanjut, harga juga menunjukkan pergeseran harga median untuk satu sesi padel, dengan median Rp 185.000 pada November-Desember 2025 menjadi Rp 89.000 pada Mei-Juni 2026.
Pada tingkat individu, ditemukan bahwa pemain reguler memiliki dua kelompok, yaitu pemain berkomitmen (47,4%) dan pemain kasual (52,6%). Sementara itu, responden non-pemain juga terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pemain yang beralih (43,9%) dan pemain yang tidak beralih (56,1%).
Dari ketiga tingkat analisis ini, dapat disimpulkan bahwa pasar Jakarta saat ini berada pada fase keempat dari lima fase gelembung pasar Kindleberger (1978): kesulitan. Hal ini terlihat dari lonjakan pasokan lapangan padel di Jakarta, yang mengakibatkan tingkat hunian anjlok hingga 25,51%. Namun, ini dianggap sebagai gelembung parsial karena permintaan masih menunjukkan respons yang cukup tangguh, seperti yang dibuktikan oleh sesi komunitas padel yang masih ramai dan proporsi pemain yang berkomitmen dan pemain yang beralih.
Perpustakaan Digital ITB