digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER - Irham Muhammad Dhafien
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Irham Muhammad Dhafien
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Irham Muhammad Dhafien
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Irham Muhammad Dhafien
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Irham Muhammad Dhafien
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Irham Muhammad Dhafien
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan


Kopi (Coffea arabica L.) merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang dibudidayakan oleh komunitas petani kopi Gunung Geulis. Produksi kopi masih bervariasi dari musim ke musim dan tergolong rendah. Banyak faktor yang dapat memengaruhi produktivitas hasil panen salah satunya adalah penggunaan bibit yang berkualitas baik dari mutu genetik maupun mutu fisik fisiologis. Mutu fisik fisiologis berkaitan dengan performa pertumbuhan bibitnya yaitu vigor dan laju pertumbuhannya. Pertumbuhan bibit dapat dipacu dengan pemberian suatu zat yang mampu mempercepat pertumbuhannya, dalam hal ini dengan memberikan asap cair bambu dengan dosis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bibit kopi terhadap pemberian konsentrasi asap cair dengan metode pengaplikasian tetes dan semprot serta perbedaan pertumbuhan bibit dari tiga jenis varietas kopi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2021 di persemaian Komunitas Petani Kopi Gunung Geulis, Kabupaten Sumedang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua perlakuan yaitu perlakuan pemberian asap cair dan perlakuan varietas kopi arabika (pucuk merah, pucuk hijau, biji kuning). Parameter yang diukur adalah tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun dan nisbah pucuk akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian konsentrasi asap cair berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi dan diameter bibit pada metode tetes dan berpengaruh nyata terhadap diameter bibit pada metode semprot. Hasil terbaik terdapat pada metode tetes varietas pucuk merah dengan pemberian dosis 5mL asap cair dan varietas pucuk merah dengan metode semprot konsentrasi 1% asap cair.