Instagram didominasi oleh pengguna perempuan, pada saat yang sama perkembangannya
sebagai platform berbasis visual telah mengubah fungsi media sosial dari ruang interaksi
sosial menjadi ruang praktik visual. Kondisi ini menempatkan perempuan sebagai kelompok
yang secara intensif terpapar berbagai konten visual di media digital. Salah satu jenis konten
yang marak ditemukan adalah Outfit of the Day (OOTD), yaitu konten berbagi penampilan
dan busana melalui visual. Meskipun penelitian mengenai OOTD telah banyak membahas
aspek fesyen, identitas, maupun gaya hidup, kajian yang memosisikan relasi antara
pengguna dan platform dalam konteks budaya visual masih relatif terbatas. Penelitian
kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif ini hadir untuk melengkapi celah tersebut
melalui pendekatan komplementer yang menggabungkan analisis konten visual dengan
analisis interpretasi pengguna dalam kerangka media feminis. Pengumpulan data dilakukan
secara purposif pada dua sumber utama; konten OOTD dari pengguna perempuan nonselebriti dikumpulkan melalui teknik data scraping, sementara data interpretasi pengguna
diperoleh melalui kuesioner daring terhadap perempuan pengguna aktif Instagram yang
memproduksi dan berinteraksi dengan praktik OOTD. Analisis data dilakukan melalui dua
fokus paralel: analisis intersemiosis visual (Kress & van Leeuwen) untuk membedah moda
representasional, interaktif, dan komposisional pada konten OOTD, serta analisis tematik
berbantuan ATLAS.ti untuk mengurai dinamika pemaknaan pengguna. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa representasi visual perempuan dikonstruksi melalui proses negosiasi di
antara pengguna dan platform Instagram. Analisis intersemiosis mengidentifikasi tiga
modalitas utama pada konten OOTD—yakni otentisitas, kompetensi, dan estetis—yang
dikemas sebagai komoditas visual. Sementara analisis interpretasi mengungkap bahwa
pengguna memanfaatkan praktik ini sebagai ruang agensi dan ekspresi diri namun
terartikulasi mengikuti logika platform. Sintesis dari kedua analisis tersebut menghasilkan
pemaknaan berwujud 'sirkuit negosiasi visual'; sebuah siklus praktik representasional yang
berkelanjutan di mana pengguna perempuan secara negosiatif memproduksi citra demi
memenuhi standar visual pada platform, yang pada gilirannya mendisiplinkan cara
perempuan memandang diri sendiri (self-gaze). Kontribusi dan kebaharuan penelitian ini
terletak pada sintesis analisis multimodal dan interpretasi pengguna dalam satu kerangka
budaya, yang membuktikan bahwa representasi perempuan di media visual digital tidak
hanya dibentuk melalui konten yang diproduksi, tetapi juga melalui proses interpretasi,
reproduksi, dan negosiasi makna yang berlangsung secara berkelanjutan
Perpustakaan Digital ITB