Dalam menghadapi ketidakkekalan, muncul kerapuhan dalam diri manusia, yang
tercermin melalui rasa takut, keraguan, dan ketidakpastian. Tubuh, menjadi
satu-satunya wadah fisik yang dimiliki manusia selama ia hidup, dan menjadi
bukti paling nyata bahwa manusia pernah ada. Tubuh dapat menua, melemah, dan
pada akhirnya tidak bisa dipertahankan. Berlandasan gagasan tersebut, tubuh
manusia yang terfragmentasi dihadirkan melalui medium keramik dan pendekatan
seni instalasi, untuk merepresentasikan kerapuhan manusia. Penciptaan karya ini
dilandasi teori seni sebagai representasi, seni keramik figuratif, seni instalasi, dan
wacana tubuh dalam seni rupa. Karya ini merepresentasikan keberadaan manusia
yang sementara dan rentan terhadap perubahan. Pada akhirnya, keberadaan
manusia tidak dapat dipertahankan secara utuh.
Perpustakaan Digital ITB