digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kehidupan serba cepat yang terjadi saat ini, terutama di lingkungan perkotaan, membuat masyarakat hidup dengan tergesa-gesa sehingga memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan masyarakat, terutama kesehatan mental. Penulis merefleksikan urgensi mengambil jeda dari kesibukan untuk memulihkan kondisi jiwa dan raga. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pemulihan tersebut adalah dengan berinteraksi dengan alam, tetapi kondisi lingkungan urban cenderung memberikan keterbatasan terhadap akses ke alam terbuka. Ketertarikan pribadi terhadap pengamatan burung disadari penulis sebagai sarana untuk mengambil jeda dari aktivitas yang padat. Kegiatan tersebut relatif mudah dilakukan karena cukup dengan mengamati burung-burung liar untuk terhubung kembali dengan alam di tengah hiruk-pikuk lingkungan urban. Ketertarikan penulis ini digagaskan ke dalam karya melalui medium etsa yang khas, kompleks, dan memakan waktu, untuk membahas persoalan jeda. Penggunaan alat bantu kamera untuk mendapatkan pandangan teleskopik menjadi bagian dari pengalaman rekreatif yang membantu memulihkan diri ini. Visual yang dimuat pada setiap karya merupakan penggambaran dari burung-burung yang pernah dijumpai secara langsung saat melakukan pengamatan di lingkungan sekitar. Pendekatan yang mimesis juga menjadi upaya penulis dalam melawan ketergesaan dengan secara sadar mengenali burung-burung tersebut lebih lanjut. Namun, penciptaan karya ini bukan sekadar meniru objek dari alam, tetapi juga melibatkan persepsi pribadi dan merepresentasikan pengalaman pribadi penulis. Karya ini menjadi respons terhadap pergerakan keseharian yang terlalu cepat, juga menjadi pengingat bagi apresiator untuk mengambil jeda.