digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Amarra Azzahra Saleh
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Pesisir Pulau Bangka mengalami perubahan lingkungan selama periode Holosen akibat fluktuasi muka air laut di kawasan Paparan Sunda yang mengakibatkan pergeseran garis pantai, perubahan lingkungan pengendapan, serta variasi masukan sedimen dari daratan dan laut. Rekam jejak dinamika pesisir tersebut tersimpan dalam inti sedimen yang dapat dianalisis menggunakan pendekatan multiproksi untuk merekonstruksi kondisi paleo-lingkungan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan lingkungan dan dinamika perubahan garis pantai di Pangkalpinang, Pulau Bangka. Data sedimen diperoleh dari pengambilan inti sedimen di dua titik pesisir Pangkalpinang menggunakan bor tangan milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada kedalaman 3,5 m dan 5 m. Total terdapat 85 sampel yang dianalisis menggunakan dua metode, yakni analisis ukuran butir dan analisis rasio unsur. Rekonstruksi garis pantai purba dilakukan berdasarkan data muka air laut relatif (RSL) Holosen Paparan Sunda dari beberapa penelitian terdahulu dan data lapangan GNSS. Hasil analisis ukuran butir menunjukkan bahwa seluruh sampel dari kedua inti sedimen didominasi oleh tekstur lumpur pasiran dengan sortasi buruk, mengindikasikan lingkungan pengendapan berenergi rendah. Core 1 menunjukkan karakter sangat seragam sepanjang kolomnya, sementara core 2 menunjukkan variasi dengan dua lapisan pasir berlumpur. Analisis geokimia menggunakan rasio proksi salinitas (Ca/Ti, Sr/Ca), pelapukan dan curah hujan (Rb/Sr, Rb/K), serta fluks sedimen terrigenous (Ti/Ca, Fe/Ca, K/Ca) menunjukkan dominasi material dari daratan pada core C1, sedangkan core C2 memperlihatkan variasi yang lebih dinamis dengan peningkatan nilai Ca/Ti dan Sr/Ca yang berkorelasi dengan lapisan pasir berlumpur. Rekonstruksi garis pantai purba menunjukkan bahwa pada periode Holosen Tengah (~6–4 ka), wilayah Pangkalpinang mengalami proses genang laut (transgresi) dan selanjutnya mengalami proses laut (regresi) yang ditandai dengan garis pantai maju (progradasi) ke kondisi modern seiring penurunan muka air laut. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik sedimen pesisir Bangka merekam dinamika transgresi-regresi Holosen yang tercermin dari variasi ukuran butir dan rasio unsur geokimia sepanjang kolom sedimen.