Pesisir Pulau Bangka mengalami perubahan lingkungan selama periode Holosen
akibat fluktuasi muka air laut di kawasan Paparan Sunda yang mengakibatkan
pergeseran garis pantai, perubahan lingkungan pengendapan, serta variasi masukan
sedimen dari daratan dan laut. Rekam jejak dinamika pesisir tersebut tersimpan
dalam inti sedimen yang dapat dianalisis menggunakan pendekatan multiproksi
untuk merekonstruksi kondisi paleo-lingkungan secara kuantitatif. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perubahan lingkungan dan dinamika perubahan garis
pantai di Pangkalpinang, Pulau Bangka. Data sedimen diperoleh dari pengambilan
inti sedimen di dua titik pesisir Pangkalpinang menggunakan bor tangan milik
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada kedalaman 3,5 m dan 5 m. Total
terdapat 85 sampel yang dianalisis menggunakan dua metode, yakni analisis ukuran
butir dan analisis rasio unsur. Rekonstruksi garis pantai purba dilakukan
berdasarkan data muka air laut relatif (RSL) Holosen Paparan Sunda dari beberapa
penelitian terdahulu dan data lapangan GNSS. Hasil analisis ukuran butir
menunjukkan bahwa seluruh sampel dari kedua inti sedimen didominasi oleh
tekstur lumpur pasiran dengan sortasi buruk, mengindikasikan lingkungan
pengendapan berenergi rendah. Core 1 menunjukkan karakter sangat seragam
sepanjang kolomnya, sementara core 2 menunjukkan variasi dengan dua lapisan
pasir berlumpur. Analisis geokimia menggunakan rasio proksi salinitas (Ca/Ti,
Sr/Ca), pelapukan dan curah hujan (Rb/Sr, Rb/K), serta fluks sedimen terrigenous
(Ti/Ca, Fe/Ca, K/Ca) menunjukkan dominasi material dari daratan pada core C1,
sedangkan core C2 memperlihatkan variasi yang lebih dinamis dengan peningkatan
nilai Ca/Ti dan Sr/Ca yang berkorelasi dengan lapisan pasir berlumpur.
Rekonstruksi garis pantai purba menunjukkan bahwa pada periode Holosen Tengah
(~6–4 ka), wilayah Pangkalpinang mengalami proses genang laut (transgresi) dan
selanjutnya mengalami proses laut (regresi) yang ditandai dengan garis pantai maju
(progradasi) ke kondisi modern seiring penurunan muka air laut. Secara
keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik sedimen pesisir
Bangka merekam dinamika transgresi-regresi Holosen yang tercermin dari variasi
ukuran butir dan rasio unsur geokimia sepanjang kolom sedimen.
Perpustakaan Digital ITB