Abstrak - MUHAMMAD AKBAR IBRAHIM
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Di era kosmologi presisi ini, perbedaan antara nilai konstanta Hubble yang
diperoleh dari pengamatan langsung (seperti Cepheid dan Supernova) dan pengamatan
tidak langsung (seperti CMB dan BAO), yang dikenal dengan Tensi
Hubble, masih menjadi salah satu misteri besar di dalam astrofisika. Banyak
solusi yang sudah ditawarkan sebagai upaya menyelesaikan Tensi Hubble, salah
satunya adalah teori bahwa alam semesta tidak sepenuhnya homogen dan
perbedaan densitas di suatu daerah menyebabkan perbedaan nilai konstanta
Hubble teramati menjadi berbeda. Teori tersebut ternyata sejalan dengan
beberapa pengamatan yang dilakukan di daerah lokal. Namun kebanyakan studi
mengkonstrain distribusi massa di daerah lokal menggunakan luminositas
yang dianggap sebagai penjejak massa, padahal ada kemungkinan bahwa objek
sangat redup atau bahkan materi gelap ada tapi tidak terkuantisasi dalam
perhitungan. Itu sebabnya dibutuhkan perangkat astrofisika lain yang ”sensitif”
terhadap distribusi massa, yaitu sistem lensa gravitasi. Penelitian ini
akan menggunakan data lensa gravitasi kuat untuk mencoba merekonstruksi
distribusi massa di daerah lokal untuk menguji inhomogenitas alam semesta.
Penelitian ini menggunakan 2 sampel dataset lensa gravitasi kuat yang berasal
dari berbagai survei. Dengan menggunakan rasio jarak yang didapat dari teori
dan pengamatan untuk kemudian difitting menggunakan MCMC, kami mendapati
bahwa memang terdapat perbedaan densitas di beberapa daerah, dan
daerah lokal didapati memang berada di bawah rata-rata seperti pengamatan
sebelumnya dengan kontras densitas bernilai ??? = ?0.383+0.166
?0.087. Kami juga
menurunkan parameter kosmologi lokal yang merupakan fungsi dari kontras
densitas menggunakan distribusi kerapatan yang didapat sebelumnya. Hasilnya
konstanta Hubble lokal yang diturunkan hampir dapat menyamai konstanta
Hubble hasil pengamatan Supernova Ia, yaitu dengan nilai HD ? 71.90.
Perpustakaan Digital ITB