digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - MUHAMMAD AKBAR IBRAHIM
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Di era kosmologi presisi ini, perbedaan antara nilai konstanta Hubble yang diperoleh dari pengamatan langsung (seperti Cepheid dan Supernova) dan pengamatan tidak langsung (seperti CMB dan BAO), yang dikenal dengan Tensi Hubble, masih menjadi salah satu misteri besar di dalam astrofisika. Banyak solusi yang sudah ditawarkan sebagai upaya menyelesaikan Tensi Hubble, salah satunya adalah teori bahwa alam semesta tidak sepenuhnya homogen dan perbedaan densitas di suatu daerah menyebabkan perbedaan nilai konstanta Hubble teramati menjadi berbeda. Teori tersebut ternyata sejalan dengan beberapa pengamatan yang dilakukan di daerah lokal. Namun kebanyakan studi mengkonstrain distribusi massa di daerah lokal menggunakan luminositas yang dianggap sebagai penjejak massa, padahal ada kemungkinan bahwa objek sangat redup atau bahkan materi gelap ada tapi tidak terkuantisasi dalam perhitungan. Itu sebabnya dibutuhkan perangkat astrofisika lain yang ”sensitif” terhadap distribusi massa, yaitu sistem lensa gravitasi. Penelitian ini akan menggunakan data lensa gravitasi kuat untuk mencoba merekonstruksi distribusi massa di daerah lokal untuk menguji inhomogenitas alam semesta. Penelitian ini menggunakan 2 sampel dataset lensa gravitasi kuat yang berasal dari berbagai survei. Dengan menggunakan rasio jarak yang didapat dari teori dan pengamatan untuk kemudian difitting menggunakan MCMC, kami mendapati bahwa memang terdapat perbedaan densitas di beberapa daerah, dan daerah lokal didapati memang berada di bawah rata-rata seperti pengamatan sebelumnya dengan kontras densitas bernilai ??? = ?0.383+0.166 ?0.087. Kami juga menurunkan parameter kosmologi lokal yang merupakan fungsi dari kontras densitas menggunakan distribusi kerapatan yang didapat sebelumnya. Hasilnya konstanta Hubble lokal yang diturunkan hampir dapat menyamai konstanta Hubble hasil pengamatan Supernova Ia, yaitu dengan nilai HD ? 71.90.