digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dalam teknik Fisika Batuan Digital (Digital Rock Physics), karakterisasi batuan berporositas rendah memerlukan citra resolusi tinggi dengan cakupan area luas agar tetap representatif. Namun, pemanfaatan citra Field Emission Scanning Electron Microscope (FE-SEM) dalam rekonstruksi digital masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan citra Large Area Imaging (LAI) pada FE-SEM dengan resolusi tinggi pada perbesaran 50.000× dan ukuran piksel 5 nm. Penggunaan detektor Backscattered Electron (BSE) menghasilkan kontras densitas yang tegas antara fase pori dan matriks tanpa bias morfologi permukaan. Prosedur LAI membangun citra mosaik berukuran 30.720 × 20.480 piksel dari 400 tiles. Untuk melengkapi analisis, pemodelan struktur mikro biner berbasis teknik Geometris Stokastik dilakukan guna menghasilkan citra biner 3D melalui fitur DigitalTwin pada perangkat lunak GeoDict. Dataset biner 3D direkonstruksi dari beberapa area potensial berukuran 1.0003 voksel, menunjukkan rentang porositas total 2.4–8.5% dan permeabilitas absolut 4–2.120 nD. Analisis mikrogeometri mengungkap bahwa Radius Pori dan Specific Surface Area (SSA) merupakan faktor kontrol utama kompleksitas arsitektur pori; SSA tinggi merepresentasikan morfologi dinding pori rumit dan distribusi saluran sempit (pore throats) masif. Uji fidelitas terhadap referensi FIB-SEM mengonfirmasi kemiripan geometri dan pola anisotropi, dengan keterhubungan pori dominan pada sumbu x dan z. Kemampuan pemodelan GrainGeo terbukti reliabel dalam merekonstruksi heterogenitas mikrostruktur 3D dari citra LAI secara akurat. Proses ini berhasil mendefinisikan ambang batas konektivitas (percolation threshold) pada porositas 3–6%, di mana model di bawah ambang tersebut didominasi status tidak terhubung, sementara di atas 6% menunjukkan keterhubungan stabil. Selain itu, pendekatan ini mampu menangkap pola anisotropi pori. Integrasi citra LAI FE-SEM dan pemodelan biner 3D terbukti reliabel dan adaptif dalam menangkap heterogenitas batuan skala nano pada area luas, memberikan pemahaman mendalam mengenai kontrol geometris terhadap pergerakan fluida untuk kebutuhan kajian fisis batuan digital.