digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia memiliki cadangan Rare Earth Elements (REE) yang signifikan secara global di Bangka-Belitung, namun belum mewujudkan kilang pengolahan terpadu di hilir. Pembiayaan proyek konvensional tidak mampu memperhitungkan tiga risiko yang saling berkaitan — volatilitas harga keranjang REE, kendala sovereign ceiling yang membatasi peringkat kredit BUMN pada batas peringkat kedaulatan Indonesia, dan ketidakpastian tingkat pemulihan pemisahan kimia REE — sehingga menciptakan kesenjangan pembiayaan struktural yang menghalangi kebijakan hilirisasi untuk mengubah pasir mineral berat kaya monasit menjadi rantai pasokan Separated Rare Earth Oxides yang berbasis domestik. Dengan rancangan metode campuran pragmatis (Analisis Tekno-Ekonomi, pemodelan arus kas terdiskonto, analisis sensitivitas dan pengujian stres; serta wawancara ahli semi-terstruktur dengan OJK, BAPETEN, BAPPENAS, praktisi keuangan terstruktur, praktisi hukum, dan manajemen senior Perminas), penelitian ini mengkaji Future Flow Asset Securitization (SA) melalui tiga lini pertanyaan: pengukuran kumpulan aset yang dapat disekuritisasi, perancangan struktur SA yang sesuai regulasi Indonesia, serta pembandingan SA dengan pembiayaan proyek konvensional pada dimensi keuangan dan non-keuangan. Proyek terpadu tiga provinsi (Bangka-Belitung, Sulawesi Barat, Aceh; CAPEX USD 1.048 juta; NPV USD 192,5 juta; IRR 15,6%) layak pada baseline namun tidak memadai secara struktural di bawah pembiayaan konvensional; piutang ko mineral di Blok Tami'ang memberikan peningkat kredit alami pada empat kategori aset yang dapat disekuritisasi (RQ1). SPV luar negeri yang terlindungi dari kebangkrutan dengan True Sale melalui empat jalur regulasi (ESDM, KIK-EBA, DBH, perizinan subnasional) dapat diimplementasikan dalam kerangka POJK (RQ2). SA berpotensi menghasilkan pengurangan Biaya Modal 200–600 basis poin di atas sovereign ceiling, tenor sesuai Life of Mine, DSCR terjaga dalam kondisi stres, dan kapasitas CAPEX penuh melalui tranching — mengungguli pada tiga dari empat dimensi non-keuangan (RQ3). Studi ini membawa Sekuritisasi Aliran Kas Masa Depan ke ranah kumpulan multi aset ko-mineral dalam arsitektur KIK-EBA. Secara praktis, penelitian ini menghasilkan cetak biru struktural bagi Perminas, jalur operasionalisasi KIK-EBA bagi OJK, serta referensi koordinasi bagi BAPPENAS dalam kerangka RPJMN.