Informasi utilitas bawah tanah yang akurat diperlukan untuk mendukung perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur serta meminimalkan risiko kerusakan aset akibat ketidakpastian lokasi utilitas. Penelitian ini bertujuan merancang produk pemetaan utilitas bawah tanah tiga dimensi (3D) terintegrasi pada kawasan Kampus ITB Jatinangor dengan menggabungkan informasi permukaan dan bawah permukaan dalam satu model geospasial. Data permukaan diperoleh dari akuisisi LiDAR yang diolah melalui tahapan klasifikasi point cloud, pembuatan Digital Terrain Model (DTM), Digital Surface Model (DSM), dan ekstraksi bangunan Level of Detail 2 (LOD2), sedangkan data bawah permukaan diperoleh melalui survei utilitas menggunakan Pipe and Cable Locator (PCL) yang diintegrasikan dengan GNSS RTK, lalu diolah dalam perangkat lunak GIS. Seluruh data kemudian diintegrasikan dalam sistem koordinat yang sama untuk menghasilkan model 3D yang merepresentasikan hubungan spasial antara bangunan, topografi, dan jaringan utilitas bawah tanah. Hasil penelitian berupa produk pemetaan utilitas bawah tanah 3D yang mampu memvisualisasikan jaringan utilitas pipa dan kabel terhadap kondisi permukaan secara terpadu. Pengujian menunjukkan bahwa komponen permukaan memiliki akurasi horizontal sebesar 0,091 m dan akurasi vertikal sebesar 0,089 m, sedangkan komponen utilitas bawah tanah memiliki akurasi horizontal sebesar 0,155 m dan akurasi vertikal sebesar 0,19 m sehingga memenuhi toleransi PAS 128 Quality Level B (QL-B). Produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk inventarisasi aset utilitas, perencanaan dan pemeliharaan infrastruktur, serta mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan konstruksi dan pengembangan wilayah.
Perpustakaan Digital ITB