Pengelolaan utilitas listrik dan air pada gedung hunian bertingkat masih banyak dijalankan
secara manual, yaitu pencatatan meter melalui foto, penagihan yang disusun
tangan, serta pengisian token listrik secara fisik di loket, tanpa jalur komunikasi
data dua arah. Cara ini menanggung biaya operasional tinggi, rentan salah baca,
serta lambat mendeteksi kebocoran maupun manipulasi meter, sejalan dengan tingginya
angka air tak berekening dan susut listrik secara nasional. Tugas akhir ini
mengembangkan subsistem perangkat lunak pada sistem pengukuran utilitas prabayar
berbasis Internet of Things bernama Netflow, dengan lingkup empat subsistem,
yaitu deteksi anomali multi-tingkat, kontrol akses berlapis, pemeliharaan dan pembaruan
jarak jauh, serta manajemen siklus hidup data. Pengembangan mengikuti
proses siklus hidup ISO/IEC/IEEE 12207, dengan arsitektur dimodelkan menggunakan
Model C4 dan setiap rancangan diturunkan langsung dari analisis kebutuhan.
Hasil pengembangan berupa mesin deteksi deterministik berbasis aturan atas delapan
kondisi anomali, kendali akses yang memadukan token web JSON, autentikasi
pihak ketiga, dan daftar kendali akses pesan yang menolak akses secara baku, distribusi
pembaruan melalui antrean tugas, serta retensi data yang mematuhi ketentuan
SNI 2416:2021 dan KUH Perdata. Logika deteksi diverifikasi melalui empat puluh
pengujian unit deterministik yang seluruhnya lulus, sedangkan verifikasi fungsional
dijalankan terhadap armada perangkat di lingkungan produksi, dengan basis data
yang dirancang menampung lebih dari sepuluh ribu unit. Secara kuantitatif, latensi
peringatan anomali terukur di bawah sembilan puluh detik dan tidak ada akses
lintas unit yang lolos pada pengujian, sehingga keempat tujuan tugas akhir tercapai
dan proses manual tergantikan oleh pengawasan yang terpusat, otomatis, serta dapat
ditelusuri.
Perpustakaan Digital ITB