digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengelolaan utilitas listrik dan air pada gedung hunian bertingkat masih banyak dijalankan secara manual, yaitu pencatatan meter melalui foto, penagihan yang disusun tangan, serta pengisian token listrik secara fisik di loket, tanpa jalur komunikasi data dua arah. Cara ini menanggung biaya operasional tinggi, rentan salah baca, serta lambat mendeteksi kebocoran maupun manipulasi meter, sejalan dengan tingginya angka air tak berekening dan susut listrik secara nasional. Tugas akhir ini mengembangkan subsistem perangkat lunak pada sistem pengukuran utilitas prabayar berbasis Internet of Things bernama Netflow, dengan lingkup empat subsistem, yaitu deteksi anomali multi-tingkat, kontrol akses berlapis, pemeliharaan dan pembaruan jarak jauh, serta manajemen siklus hidup data. Pengembangan mengikuti proses siklus hidup ISO/IEC/IEEE 12207, dengan arsitektur dimodelkan menggunakan Model C4 dan setiap rancangan diturunkan langsung dari analisis kebutuhan. Hasil pengembangan berupa mesin deteksi deterministik berbasis aturan atas delapan kondisi anomali, kendali akses yang memadukan token web JSON, autentikasi pihak ketiga, dan daftar kendali akses pesan yang menolak akses secara baku, distribusi pembaruan melalui antrean tugas, serta retensi data yang mematuhi ketentuan SNI 2416:2021 dan KUH Perdata. Logika deteksi diverifikasi melalui empat puluh pengujian unit deterministik yang seluruhnya lulus, sedangkan verifikasi fungsional dijalankan terhadap armada perangkat di lingkungan produksi, dengan basis data yang dirancang menampung lebih dari sepuluh ribu unit. Secara kuantitatif, latensi peringatan anomali terukur di bawah sembilan puluh detik dan tidak ada akses lintas unit yang lolos pada pengujian, sehingga keempat tujuan tugas akhir tercapai dan proses manual tergantikan oleh pengawasan yang terpusat, otomatis, serta dapat ditelusuri.