Supraventricular Tachycardia (SVT) janin merupakan kedaruratan medis yang membutuhkan
penanganan presisi untuk mencegah hidrops fetalis dan kematian. Tantangan utama penanganan
kasus ini di Indonesia adalah kurangnya dokter spesialis dan kompleksitas penyesuaian dosis obat
transplasenta pada kondisi hidrops. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Clinical Decision
Support System (CDSS) berbasis Deep Learning yang terintegrasi dengan protokol farmakokinetik
klinis. Metode penelitian meliputi pembangkitan 12.000 data sintetis M-Mode menggunakan
Parametric Signal Synthesis dan pengembangan model Enhanced CNN v2.0 dengan arsitektur Multi-
Task Learning. Evaluasi model pada tahap pelatihan menunjukkan konvergensi optimal pada Epoch
16 dengan akurasi diagnostik mencapai 99,92% dan tingkat kesalahan estimasi detak jantung (Mean
Absolute Error) sebesar 2,08 bpm (Ventrikel) dan 2,58 bpm (Atrium). Validasi klinis terbatas (Proof
of Concept) menggunakan data pasien riil dari repositori Radiopaedia dan Pedecho menunjukkan
bahwa sistem mampu mengoreksi kesalahan interpretasi visual pada kasus noise tinggi melalui fitur
adaptif. Sistem pakar farmasi yang dibangun berhasil memberikan rekomendasi terapi yang aman,
secara otomatis mengalihkan lini terapi dari Digoxin ke Flecainide atau Amiodarone pada kasus
hidrops sesuai prinsip farmakokinetika. Disimpulkan bahwa sistem ini valid secara teknis dan
potensial digunakan sebagai alat bantu triase serta manajemen terapi jarak jauh di fasilitas
kesehatan primer.
Perpustakaan Digital ITB