Variabilitas curah hujan yang tinggi di Indonesia, disertai keterbatasan jangkauan
jaringan pengamatan meteorologi di berbagai wilayah, mendorong kebutuhan akan
alat ukur curah hujan otomatis yang murah dan mudah direplikasi. Penelitian ini
mengembangkan RAINSENSE-ITB, sebuah purwarupa Automatic Rain Gauge
(ARG) berbasis mekanisme tipping bucket dengan telemetri Internet of Things
(IoT), yang dibangun menggunakan mikrokontroler ESP32-C3, sensor reed switch
untuk pencacahan tip, modul Global Positioning System (GPS) sebagai penanda
titik lokasi yang disertai dengan waktu penanda waktu, MicroSD untuk
penyimpanan data, serta protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT)
untuk transmisi data ke platform ThingsBoard Cloud.
Validasi purwarupa dilakukan melalui pendekatan evaluasi ketidakpastian
(uncertainty) Tipe A sesuai panduan Joint Committee for Guides in Metrology
(JCGM) 100:2008, yaitu Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement
(GUM), dengan menuangkan volume air tetap sebesar 100 ml ke dalam corong alat
secara berulang sebanyak 10 kali ulangan independen. Hasil pengujian
menunjukkan nilai curah hujan terukur sebesar (2,0352 ± 0,1174) mm pada tingkat
kepercayaan 95%, dengan selisih signifikan sebesar 24,09% terhadap nilai teoritis
(2,681 mm), yang mengindikasikan adanya bias sistematis yang kemungkinan
disebabkan oleh ketidaksesuaian antara volume ambang bucket hasil fabrikasi
aktual dengan nilai nominal desain (10 ml/tip). Meskipun terdapat bias tersebut,
alat menunjukkan standar deviasi yang relatif kecil antarulangan pengujian, yang
mengindikasikan tingkat keterulangan (repeatability) pengukuran yang baik setelah
dilakukan rekalibrasi.
Analisis biaya menunjukkan bahwa RAINSENSE-ITB dapat dibangun dengan
estimasi biaya sekitar Rp 910.000, jauh lebih rendah dibandingkan ARG komersial
yang berkisar antara Rp 3–15 juta, sehingga menunjukkan potensinya sebagai solusi
pemantauan curah hujan berbiaya rendah yang dapat direplikasi secara luas.
Perpustakaan Digital ITB