digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhamad Ibrah Nuchiyah
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Samudra Hindia Tenggara merupakan wilayah pembentukan siklon tropis yang berdampak langsung pada Indonesia, tetapi proyeksi aktivitasnya masih bertumpu pada model generasi CMIP5 beresolusi kasar. Penelitian ini mengevaluasi dua algoritma deteksi siklon tropis, CNRM dan TRACK, serta model-model CMIP6 HighResMIP terhadap observasi IBTrACS, kemudian memproyeksikan perubahan aktivitas siklon pada domain 70–140° Bujur Timur dan 30° Lintang Selatan hingga 0° untuk musim November–April. Evaluasi algoritma dilakukan pada model CMCC-CM2-VHR4 dan HadGEM3- GC31-HM (1985–2014) dengan ambang intensitas 35 knot dan durasi minimum 24 jam. TRACK lebih unggul, dengan Taylor Skill Score 0,64 dan 0,46 berbanding 0,55 dan 0,31 pada CNRM, sekaligus koheren secara temporal dan konsisten antara data historis dan masa depan. Evaluasi sebelas model berdata TRACK (1979–2014) meloloskan empat model: EC-Earth3P-HR, CMCC-CM2-VHR4, HadGEM3- GC31-MM, dan CNRM-CM6-1-HR. Proyeksi highres-future skenario SSP5-8.5 (2015–2050) terhadap baseline 1979– 2014 menunjukkan penurunan frekuensi pada seluruh model, dengan penurunan ensembel sebesar 13% terhadap rata-rata frekuensi per musim. Penurunan track density paling kuat terjadi di sektor barat pada 10–20° lintang selatan. Penurunan di sektor itu signifikan; arahnya disepakati oleh seluruh model. Pusat aktivitas berpindah 1,31° ke timur dan 0,28° ke selatan, sedangkan intensitas berubah sedikit (0,9%) tanpa kesepakatan arah antarmodel. Dengan demikian, aktivitas siklon tropis diproyeksikan frekuensinya menurun dan relatif terkonsentrasi di sektor timur yang berdekatan dengan perairan selatan Indonesia bagian timur.