digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengkaji tantangan CONVRSE, bisnis digital media dan content creation di YouTube, yang mengalami penurunan business revenue akibat merosotnya conversion rate pada konten YouTube Shopping affiliate. Hal ini krusial karena affiliate stream tersebut menyumbang 75% total pendapatan perusahaan. Penelitian ini mengeksplorasi faktor-faktor consumer perception dalam platform YouTube Shopping affiliate marketing yang memengaruhi consumer purchase intentions. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui survei terhadap 263 responden dan diolah menggunakan PLS-SEM. Hasilnya menunjukkan bahwa argument quality, expertise, trustworthiness, perceived usefulness, dan perceived ease of use berpengaruh positif signifikan terhadap consumer perception yang memicu purchase intention. Sementara itu, pendekatan kualitatif digunakan untuk merumuskan usulan strategi YouTube Shopping affiliate marketing bagi CONVRSE. Analisis eksternal melalui PESTEL, Porter’s Five Forces, dan Competitor Analysis mengungkap tantangan berupa kompetisi ketat, high bargaining power platform, dan low audience switching cost. Analisis internal dengan VRIO framework menunjukkan bahwa format storytelling-based merupakan sustained competitive advantage yang dapat dioptimalkan. Berdasarkan hasil analisis, solusi bisnis dirumuskan menggunakan matriks SWOT-TOWS. CONVRSE direkomendasikan untuk memperkuat posisi sebagai trusted technology decision authority, meningkatkan efektivitas affiliate marketing melalui clear purchase pathways, serta mereduksi friksi dalam viewer-to-purchase journey. Selain itu, CONVRSE perlu mengamankan kolaborasi strategis dengan brand, mengembangkan community-based engagement untuk menjaga loyalitas, serta mengintegrasikan ethical disclosure dan kepatuhan regulasi ke dalam identitas konten.