Kebakaran Kilang Pertamina Balongan pada 29 Maret 2021 melepaskan emisi
polutan dalam jumlah besar ke atmosfer dan berpotensi memengaruhi kualitas
udara di wilayah pesisir Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan mensimulasikan
karakteristik transpor spasial-temporal sebaran emisi polutan akibat insiden
tersebut menggunakan model WRF-Chem versi 4.7.1 dengan pendekatan dua
domain bersarang (resolusi 10 km dan 2 km) serta skema mikrofisika Thompson
Aerosol-Aware. Kontribusi murni emisi kebakaran diisolasi dan dikuantifikasi
dengan menghitung selisih nilai antara skenario Fire On (yang memasukkan input
emisi dari data Fire INventory from NCAR versi 1.5) dan skenario Fire Off
(baseline latar belakang).
Hasil simulasi menunjukkan peningkatan konsentrasi polutan permukaan yang
sangat signifikan akibat kebakaran, dengan konsentrasi maksimum PM10
mencapai 148,40 µg/m³, Black Carbon 9,63 µg/m³, dan CO 1729,97 ppb di dekat
sumber emisi. Pola sebaran horizontal polutan bergerak dinamis mengikutivariasi
diurnal angin permukaan lokal, dengan arah dominan menjulur ke Barat-Barat
Daya pada siang hari dan bergeser ke arah Selatan pada malam hari, di mana
lonjakan konsentrasi maksimum permukaan tercatat intensif pada pukul 14.00
15.00 WIB. Berdasarkan komposit rata-rata spasial, akumulasi polutan pada
radius dekat (~200 m) cenderung menyeluruh ke segala arah karena belum
mengalami pengenceran intensif. Namun, pada jarak yang lebih jauh (~1 km),
polutan partikulat (PM2.5 dan Black Carbon) lebih terisolasi di dekat areakilang
akibat proses deposisi yang cepat, sedangkan gas CO memiliki jangkauan plume
yang lebih luas ke arah Selatan mengikuti lintasan utama angin dominan dengan
transpor vertikal kolom asap mencapai ketinggian 3.000–3.500 m.
Validasi spasial horizontal terhadap arah pergerakan plume asap pada pukul
10.00–11.00 WIB menunjukkan konsistensi yang baik dengan arah sebaran asap
menuju barat pada citra satelit MODIS resolusi 250 m. Meskipun terdapat
perbedaan intensitas dan luasan akibat jeda waktu akumulasi emisi awal antara
model dan pembacaan satelit, arah transpor horizontal yang dihasilkan model
dinilai representatif. Penelitian ini menegaskan bahwa metode perhitungan selisih
skenario Fire On dan Fire Off efektif untuk mengkuantifikasi kontribusi bersih
serta jangkauan spasial emisi industri terhadap kualitas udara regional.
Perpustakaan Digital ITB