2026 NABIILAH GALUH JANISA ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Asuransi indeks cuaca merupakan instrumen mitigasi risiko iklim yang semakin relevan
bagi perkebunan kelapa sawit, tetapi pengembangannya di Indonesia belum mengakomodasi
heterogenitas kondisi agroklimat antarwilayah dan antarmusim. Penelitian ini
mengembangkan kerangka penentuan premi asuransi indeks cuaca kelapa sawit melalui
penjabaran matematis model PalmSim, dengan kebaruan utama berupa segmentasi simultan
menurut wilayah (Sumatra dan Kalimantan) dan musim (hujan dan kemarau).
Kerangka pemodelan disusun dalam lima tahap: penentuan musim secara deterministik
berdasarkan pola curah hujan aktual, disagregasi produktivitas tahunan ke resolusi
bulanan dengan metode Chow-Lin multivariat (indikator dipilih per pulau berdasarkan
korelasi empiris atau relevansi agronomis, tanpa reduksi dimensi), estimasi regresi
panel ordinary least squares dengan koreksi Newey-West HAC, penetapan distribusi
Normal sebagai konsekuensi langsung asumsi galat regresi, dan perhitungan premi
analitik disertai selang kepercayaan bootstrap. Data mencakup 21 kota di Sumatra
dan Kalimantan periode 2012–2016, dengan produktivitas bersumber dari Ditjenbun
serta variabel agroklimat dari NASA POWER. Regresi panel diestimasi langsung pada
level kota-bulan (n = 250–385 observasi per segmen), dan keempat segmen dinyatakan
sesuai pada uji-F (? = 0,10), dengan R2 berkisar 3–22%. Premi kotor untuk keempat
segmen berkisar antara Rp 338.691 hingga Rp 997.974/ha/musim, berada 25–270% di
atas premi Asuransi Usaha Tani Padi (Rp 45.000/bulan) sebagai konsekuensi variabilitas
produksi yang lebih tinggi pada resolusi kota-bulan dibanding estimasi agregat. Analisis
sensitivitas menunjukkan premi murni menurun 57–72% ketika ambang trigger dinaikkan
dari rata-rata historis ke persentil ke-80. Kerangka ini menyediakan dasar kuantitatif
bagi perancangan produk asuransi indeks cuaca kelapa sawit yang tersegmentasi.
Perpustakaan Digital ITB