Industri keluarga masih sangat kuat dalam industri agribisnis di Indonesia, terutama di industri kelapa sawit. Meskipun penting secara ekonomi, terdapat masalah struktural dan manajerial di sebagian besar perkebunan keluarga yang disebabkan oleh bentuk pengelolaan tradisional dan informal. Makalah ini mengeksplorasi bagaimana analisis pekerjaan dan manajemen modal manusia (HCM) dapat digunakan untuk mencapai perubahan manajemen dan keberlanjutan suksesi di perkebunan kelapa sawit milik keluarga di Sumatera Utara. Studi ini mendasarkan metodologinya pada studi kasus kualitatif, dan didukung dengan data kuantitatif yang terbatas mengenai produktivitas dan struktur tenaga kerja. Wawancara mendalam dengan pemilik perkebunan, anggota keluarga, dan karyawan kunci digunakan sebagai metode pengumpulan data primer, sedangkan observasi lapangan dan analisis dokumen juga digunakan sebagai metode tambahan. Berdasarkan struktur dalam kerangka kerja Braun dan Clarke (2006), analisis tematik digunakan untuk mengekstrak tema umum dalam hal peran pekerjaan, suksesi kepemimpinan, dan inisiatif profesionalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis pekerjaan yang tidak terencana mengakibatkan kurangnya kejelasan tanggung jawab pekerjaan, duplikasi tugas, dan inkonsistensi dalam penyelesaian tugas di berbagai tingkatan. Kombinasi analisis pekerjaan dan model HCM seperti desain pekerjaan berbasis kompetensi, kerangka penilaian kinerja, dan manajemen talenta akan sangat meningkatkan kinerja organisasi dan membekali organisasi dengan transisi menuju kepemimpinan antar generasi. Perencanaan suksesi juga diakui oleh penelitian ini sebagai faktor penentu perubahan berkelanjutan, yang berkorelasi dengan pendekatan teoritis dalam teori bisnis keluarga, kekayaan sosioemosional, dan pengembangan modal manusia. Penelitian ini bermanfaat dalam memahami bagaimana agribisnis keluarga dapat ditransformasikan menjadi perusahaan yang dikelola secara profesional tanpa kehilangan nilai-nilai sosioemosional dan warisan perusahaan tersebut. Seperti yang ditunjukkan dalam kerangka kerja yang diusulkan, analisis pekerjaan merupakan kerangka kerja yang efektif untuk mendasarkan restrukturisasi sistem modal manusia, suksesi kepemimpinan, dan daya saing dalam jangka panjang di industri kelapa sawit milik keluarga di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB