Penuaan kulit merupakan proses biologis yang dipengaruhi faktor intrinsik dan ekstrinsik, seperti
paparan sinar ultraviolet yang menginduksi pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) dan
mendegradasi kolagen. Untuk mengatasi gejala penuaan, telah dikembangkan berbagai senyawa
aktif sebagai bahan utama produk kosmetika. Aspek keamanan sediaan topikal tersebut harus
dievaluasi secara ketat demi menjamin keamanan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji profil toksisitas dan keamanan dari 12 senyawa potensial anti-aging, yaitu alfa arbutin,
asam askorbat, bisabolol, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, asam maltobionat, niacinamide,
pantenol, asam suksinat, feniletil resorsinol, dan asam traneksamat. Penelitian dilakukan melalui
prediksi toksisitas secara in silico menggunakan program Toxtree dan pkCSM serta validasi biologis
secara in vivo dengan metode Fish Embryo Acute Toxicity (FET) pada embrio zebrafish (Danio rerio)
berdasarkan pedoman OECD Guideline Test No. 236. Metode FET dilakukan untuk menentukan LC50
dari senyawa uji dengan pemaparan zat uji pada embrio zabrafish selama 96 jam, mortalitas diamati
dengan empat parameter, yaitu koagulasi embrio, kegagalan pembentukan somit, kegagalan
pelepasan ekor dari kuning telur, dan tidak adanya detak jantung. Hasil prediksi in silico dengan
Toxtree menunjukkan bahwa alfa arbutin, asam ferulat, asam glikolat, asam laktat, dan asam
suksinat termasuk dalam Cramer Kelas I (toksisitas rendah), sedangkan tujuh senyawa lainnya
termasuk dalam Cramer Kelas III (toksisitas tinggi) karena kompleksitas strukturnya. Toxtree
mendeteksi adanya structural alerts sensitisasi kulit pada asam askorbat, asam ferulat, asam
traneksamat, dan feniletil resorsinol, sementara pkCSM memprediksi potensi sensitisasi kulit
spesifik pada bisabolol dan feniletil resorsinol. Pada pengujian toksisitas akut in vivo melalui limit
test (100 bpj), sebanyak 11 dari 12 senyawa menunjukkan LC50 > 100 bpj sehingga dikategorikan
sebagai senyawa yang praktis tidak toksik menurut standar OECD. Senyawa feniletil resorsinol
menunjukkan profil toksisitas akut yang signifikan dengan mortalitas embrio mencapai 100% pada
konsentrasi 100 bpj. Melalui uji definitif (full study test), diperoleh nilai LC50 untuk feniletil resorsinol
sebesar 6,882 bpj sehingga termasuk ke dalam kategori senyawa toksik.
Perpustakaan Digital ITB