Erosi tanah merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di area pertambangan batubara
akibat perubahan kondisi tanah dan vegetasi yang meningkatkan risiko kerusakan ekosistem.
Penelitian ini bertujuan memprediksi risiko erosi tanah pada tambang batubara skala laboratorium
menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), pengujian langsung dengan rainfall
simulator, serta model Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS). Pengujian dilakukan
pada empat jenis material (top soil, siltstone, sandstone, dan claystone) dengan variasi tiga
kemiringan lereng (10°, 20°, 30°), tiga panjang lereng (0,25; 0,5; dan 0,75 m), dan dua intensitas
hujan (15,5 dan 32,7 mm/jam yang mewakili klasifikasi hujan lebat dan sangat lebat). Hasil
perhitungan USLE menunjukkan laju erosi meningkat seiring bertambahnya intensitas hujan,
kemiringan, dan panjang lereng, dengan nilai tertinggi pada material sandstone (hingga 11,59
ton/ha). Hasil pengujian rainfall simulator menunjukkan pola serupa, dengan sandstone konsisten
sebagai material paling rentan erosi (hingga 15,10 ton/ha), sejalan dengan nilai erodibilitas tanah
(K) tertinggi (0,70). Evaluasi menunjukkan rainfall simulator layak digunakan sebagai prediktor
USLE, dengan koefisien determinasi (R²) 0,7687–0,9315 dan RMSE 0,328–0,880 ton/ha pada
kedua intensitas. Model ANFIS terbukti efektif memprediksi laju erosi pada seluruh material
berdasarkan evaluasi 5-Fold Cross Validation, dengan R² berkisar 0,7710 (siltstone) hingga
0,9918 (claystone), tergolong kategori Baik hingga Sangat Baik berdasarkan kriteria Moriasi et al.
(2007). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ANFIS dapat digunakan sebagai alat prediksi laju
erosi tanah pada tambang batubara skala laboratorium dengan akurasi tinggi, dipengaruhi oleh
karakteristik erodibilitas, erosivitas hujan, serta faktor topografi masing-masing material.
Perpustakaan Digital ITB