digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Nisrina Aliyah Sikarini
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Nisrina Aliyah Sikarini
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Nisrina Aliyah Sikarini
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Nisrina Aliyah Sikarini
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Nisrina Aliyah Sikarini
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Nisrina Aliyah Sikarini
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Sistem perpipaan gas merupakan komponen penting dalam distribusi energi yang harus dijaga integritasnya untuk menjamin keandalan operasi, keselamatan, dan kontinuitas penyaluran gas. Paparan lingkungan yang korosif, seperti kelembapan tinggi dan air limbah domestik, dapat mempercepat degradasi material sehingga meningkatkan risiko kegagalan pipa. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi integritas pipa secara komprehensif untuk mengidentifikasi mekanisme kerusakan serta tingkat risiko kegagalannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi integritas pipa gas melalui pengukuran ketebalan aktual, identifikasi damage mechanism, perhitungan corrosion rate dan remaining life, analisis risiko menggunakan metode Risk-Based Inspection (RBI), serta penyusunan rekomendasi strategi pengelolaan integritas dan interval inspeksi. Pengukuran ketebalan dilakukan menggunakan Ultrasonic Thickness Gauge (UTG) pada tiga Thickness Monitoring Location (TML) dan Depth gauge pada 11 titik terkorosi. Analisis remaining life mengacu pada API 570, sedangkan analisis RBI dilakukan berdasarkan API RP 580 dan API RP 581 dengan pendekatan semiquantitative Probability of Failure (PoF) dan qualitative Consequence of Failure (CoF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan aktual terendah pipa sebesar 4,96 mm, dengan corrosion rate tertinggi sebesar 0,126 mm/tahun dan estimasi remaining life terendah selama 8 tahun. Kerusakan yang teridentifikasi meliputi metal thinning dan external damage akibat atmospheric corrosion. Mekanismenya berupa wet-dry cycle, pitting corrosion, under-deposit corrosion, serta adanya potensi Microbiologically Influenced Corrosion (MIC). Hasil analisis RBI menunjukkan nilai PoF sebesar 4 dan CoF sebesar 3, sehingga sistem perpipaan dikategorikan memiliki tingkat risiko medium high risk. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, direkomendasikan strategi pengelolaan integritas berupa pembersihan permukaan pipa, inspeksi ulang menggunakan UTG, aplikasi biocide treatment, repair menggunakan type B sleeve, recoating, pemasangan shield, serta interval inspeksi maksimum setiap 3 tahun. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko kegagalan dan menjaga integritas pipa selama masa operasi.