Di bawah kekuasaan krisis COVID-19 yang telah membawa berbagai jenis risiko dan potensi
pasar menjadi rawan akan kondisi kecurangan. Menjelajahi wilayah yang belum dipetakan ini
yang penuh dengan ketidakpastian, mengetahui kondisi aktual perusahaan saat ini dan masa depan
menjadi persoalan yang sangatlah penting bagi pelaku pasar modal. Karena laporan keuangan
yang telah diaudit mengandung informasi fundamental langsung dari manajemen internal
perusahaan, khususnya rasio keuangan dan opini audit, maka dari itu hal tersebut dapat
memberikan suatu sinyal yang bisa membantu menilai kinerja keuangan perusahaan dan juga
menawarkan informasi mengenai apakah bisnis ini sedang dalam suatu proses yang menuju
kegagalan atau keberhasilan sebagai going concern (kelangsungan usaha). Mengenali status
kelangsungan usaha perusahaan sejak awal kemunculannya akan memungkinkan dilakukannya
tindakan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat mengarah pada kondisi financial distress.
Penulis terdorong untuk mencapai objektif tersebut dan juga untuk melihat apakah opini yang
dikeluarkan benar-benar mewakili kondisi perusahaan yang sebenarnya, sebab variabel laporan
keuangan telah diperlihatkan dapat digunakan untuk menyusun prediksi keuangan masa depan
untuk bisnis berbagai aspek keuangan.
Mencoba untuk membangun sebuah arsitektur akan cita-cita tersebut yang didasarkan pada teori
sinyal dan paradigma konservatisme, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah rasio
keuangan perusahaan yang menerima modified opinion dalam kaitannya dengan ketidakpastian
going concern tidak lebih baik secara signifikan daripada perusahaan yang tidak menerima
modified opinion terkait ketidakpastian going concern selama periode krisis pandemi COVID-19,
yang dapat dibuktikan melalui angka statistik. Dengan melakukan analisis lanjutan terhadap rasio-
rasio keuangan, penelitian ini dimaksudkan untuk merumuskan suatu model persamaan prediksi
bahwa modified opinion akan dikeluarkan, berdasarkan penggunaan rasio-rasio keuangan sebagai
variabel proksinya. Rasio keuangan yang dikaji dalam penelitian ini adalah rasio likuiditas (diukur
dengan current ratio (CR) dan cash ratio), rasio profitabilitas (diukur dengan return on equity
(ROE), return on assets (ROA) dan net profit margin (NPM)), rasio leverage (diukur dengan debt-
to-equity ratio (DER) dan debt to total assets (DTA)), rasio aktivitas (diukur dengan total asset
turnover (ATO)) dan rasio pasar (diukur dengan price to earnings (PER)). Keseluruhan totalnya
ada sembilan variabel proksi.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia untuk tahun 2018 sampai dengan tahun 2020. Melalui metode purposive sampling maka
sampel yang diambil berjumlah 352 perusahaan manufaktur. Yang memuat sembilan rasio
keuangan dari sembilan perusahaan yang menerima modified opinion dibandingkan dengan 343
perusahaan yang tidak menerima modified opinion dari 2018 hingga 2020. Periode 2018 hingga
2020 dipilih untuk mencerminkan dampak krisis COVID-19 dan ekonomi yang melingkupi
penelitian. Parametrik t-test dilakukan untuk membandingkan rasio keuangan dari dua kelompok
sampel. Analisis regresi logistik digunakan sebagai instrumen statistik untuk memprediksi
dikeluarkanya modified opinion menggunakan SPSS versi 25.0.
Penelitian ini telah berhasil mendokumentasikan berbagai kesimpulan, antara lain temuan bahwa
tiga dari sembilan variabel proksi rasio keuangan yang diuji menunjukkan perbedaan yang
signifikan dan dinilai berada pada posisi yang lebih baik. Rasio-rasio tersebut adalah rasio
likuiditas yang diproksikan dengan current ratio (CR) dengan tingkat signifikansi 0,017 < 0,05
dan cash ratio dengan tingkat signifikansi 0,032 < 0,05 dan yang lainnya adalah rasio profitabilitas
yang diproksikan dengan return on assets (ROA) dengan tingkat signifikansi 0,037 < 0,05.
Penelitian ini juga berhasil menghasilkan model prediksi untuk penerbitan modified opinion,
yakni: Prob = -3,152 + 0,099*Current Ratio – 0,327*Cash Ratio – 0,014*ROA. Validasi internal
model penelitian menunjukkan bahwa model prediksi akurat sebesar 97,7%.
Perpustakaan Digital ITB