Industri konstruksi memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia melalui penyediaan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pembentukan modal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir industri ini menghadapi tekanan keuangan yang semakin besar akibat volatilitas makroekonomi, pengetatan anggaran infrastruktur pemerintah, kenaikan biaya material, serta meningkatnya intensitas persaingan. Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan keuangan perusahaan konstruksi berbasis proyek yang memiliki fleksibilitas harga terbatas dan tingkat eksposur yang tinggi terhadap risiko pembengkakan biaya. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) merupakan salah satu contoh menonjol dari penurunan kinerja keuangan yang berkepanjangan, yang ditandai dengan kerugian persisten, melemahnya struktur permodalan, serta meningkatnya ketergantungan terhadap liabilitas, sehingga relevan untuk dianalisis secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan ACST dan menilai tingkat financial distress yang dialami selama periode 2020–2024. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus manajerial, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan melalui analisis rasio keuangan dan analisis DuPont, (2) menilai tingkat financial distress menggunakan model prediksi kebangkrutan yang telah mapan, (3) mengidentifikasi faktor-faktor keuangan utama yang berkontribusi terhadap kelemahan struktural dan kerugian berkepanjangan, serta (4) merumuskan solusi bisnis berbasis bukti untuk mendukung pengambilan keputusan manajerial dan keberlanjutan jangka panjang. Penelitian ini didasarkan pada proposisi bahwa kerugian berkepanjangan dan erosi modal merupakan pendorong utama terjadinya financial distress pada perusahaan konstruksi berbasis proyek yang beroperasi dalam lingkungan persaingan dan tekanan biaya yang tinggi. Untuk memberikan konteks strategis, penelitian ini mengintegrasikan analisis lingkungan eksternal dan industri menggunakan kerangka PESTEL dan Porter’s Five Forces. Analisis keuangan internal dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang bersumber secara eksklusif dari laporan keuangan konsolidasian ACST yang telah diaudit untuk periode 2020–2024. Kinerja keuangan dievaluasi melalui rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas, sementara analisis DuPont digunakan untuk menguraikan Return on Equity (ROE) ke dalam komponen profitabilitas, efisiensi aset, dan leverage keuangan. Penilaian financial distress selanjutnya dilakukan menggunakan model Altman Z-Score, Ohlson O-Score, dan Zmijewski XScore. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACST mengalami kondisi financial distress yang berkelanjutan sepanjang periode pengamatan. Rasio profitabilitas yang secara konsisten bernilai negatif mencerminkan ketidakmampuan perusahaan dalam menghasilkan tingkat pengembalian yang memadai atas aset dan ekuitasnya. Analisis DuPont menunjukkan bahwa nilai ROE yang tidak normal pada tahuntahun tertentu lebih disebabkan oleh kondisi ekuitas negatif dibandingkan oleh perbaikan kinerja operasional. Indikator likuiditas dan solvabilitas juga menunjukkan keterbatasan fleksibilitas keuangan jangka pendek serta struktur permodalan yang rapuh akibat akumulasi kerugian. Analisis pembandingan terhadap PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) dan Obayashi CoRporation menunjukkan bahwa kondisi keuangan ACST secara struktural lebih lemah dibandingkan dengan perusahaan sejenis baik di tingkat domestik maupun internasional, yang mengindikasikan bahwa financial distress yang dialami bersifat struktural, bukan siklikal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan solusi bisnis terintegrasi yang berfokus pada restrukturisasi modal untuk memulihkan solvabilitas, penguatan tata kelola risiko proyek untuk mencegah erosi margin, serta optimalisasi modal kerja guna meningkatkan likuiditas jangka pendek. Solusi tersebut diimplementasikan melalui rencana implementasi bertahap yang memprioritaskan stabilisasi keuangan dalam jangka pendek, disiplin operasional dalam jangka menengah, dan ketahanan struktural dalam jangka panjang. Penelitian ini berkontribusi pada literatur manajemen keuangan terapan dengan menunjukkan kerangka terintegrasi yang mengombinasikan analisis strategis eksternal, diagnostik keuangan internal, dan pembandingan lintas perusahaan dalam penanganan financial distress pada perusahaan konstruksi berbasis proyek, serta memberikan implikasi praktis bagi pemulihan koRporasi dan peningkatan kinerja yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB