digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Larangan ekspor bihi nikel menjadi penting bagi perusahaan karena akan berdampak pada kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan ekspor bijih nikel terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan di sektor pertambangan Indonesia. Industri pertambangan, khususnya nikel, memegang peran strategis dalam perekonomian nasional, namun kebijakan larangan ekspor yang diberlakukan menimbulkan tantangan signifikan. Dengan menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dan regresi linear, penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai rasio keuangan (termasuk likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas) yaitu ROA, NPM, CR, QR, DAR, DER, TATO, dan WCTO berkontribusi terhadap nilai perusahaan (Tobin's Q) baik sebelum maupun sesudah implementasi kebijakan tersebut. Data keuangan perusahaan pertambangan terkait akan dianalisis untuk mengidentifikasi pergeseran prioritas investor dan perubahan dalam faktor penentu nilai perusahaan. Hasilnya adalah CR dan QR menjadi kinerja keuangan yang berdampak paling signifikan pada nilai perusahaan pada periode sebelum adanya kebijakan larangan ekspor sedangkan pada periode setelah kebijakan larangan ekspor, DAR dan CR menjadi yang palling signifikan. Ini diindikasikan karena adanya pembayaran hutang