BAB 1 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Yehezkiel Abadi Wahyudi
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Larangan ekspor bihi nikel menjadi penting bagi perusahaan karena akan
berdampak pada kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Oleh sebab itu, penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan larangan ekspor bijih nikel
terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan di sektor pertambangan Indonesia.
Industri pertambangan, khususnya nikel, memegang peran strategis dalam
perekonomian nasional, namun kebijakan larangan ekspor yang diberlakukan
menimbulkan tantangan signifikan. Dengan menggunakan metode Artificial Neural
Network (ANN) dan regresi linear, penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai
rasio keuangan (termasuk likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas) yaitu
ROA, NPM, CR, QR, DAR, DER, TATO, dan WCTO berkontribusi terhadap nilai
perusahaan (Tobin's Q) baik sebelum maupun sesudah implementasi kebijakan
tersebut. Data keuangan perusahaan pertambangan terkait akan dianalisis untuk
mengidentifikasi pergeseran prioritas investor dan perubahan dalam faktor penentu
nilai perusahaan. Hasilnya adalah CR dan QR menjadi kinerja keuangan yang
berdampak paling signifikan pada nilai perusahaan pada periode sebelum adanya
kebijakan larangan ekspor sedangkan pada periode setelah kebijakan larangan
ekspor, DAR dan CR menjadi yang palling signifikan. Ini diindikasikan karena
adanya pembayaran hutang
Perpustakaan Digital ITB