digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Ezra P.Y Silitonga
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Iklim Indonesia yang merupakan iklim tropis mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit DBD. Berbagai macam metode pencegahan dilakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit DBD melalui nyamuk Aedes aegypti. Salah satu metode pencegahan DBD yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan repellent alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimal ekstrak kulit jeruk nipis sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti, menentukan ED50 dan ED99 ekstrak kulit jeruk nipis sebagai repellent, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti pada kulit jeruk nipis dengan menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode arm in cage sedangkan ekstraksi kulit jeruk nipis dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Data diolah menggunakan perangkat lunak Rstudio dan SPSS dengan nilai selang kepercayaan 95%. Dosis ekstrak yang digunakan untuk pengujian adalah sebesar 0.17 mg/cm2, 0.5 mg/cm2, 0.83 mg/cm2, 1.17 mg/cm2 dan 1.5 mg/cm2. Daya proteksi yang diperoleh untuk tiap dosis perlakuan secara berurutan adalah 76.2 ± 8.27%, 85.1 ± 4.35%, 90.9 ± 0.83%, 100%, dan 100%. Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki ED50 sebesar 0.07 mg/cm2 dan ED99 sebesar 2.183 mg/cm2. Hasil GC-MS menunjukkan adanya keberadaan senyawa yang diduga berpotensi sebagai repellent nyamuk Aedes aegypti yaitu geraniol dan (-)-caryophyllene oxide serta beberapa golongan seskuiterpen yang memiliki manfaat sebagai antimikroba, antiinflamasi, antikanker dan antivirus.