digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kerusakan akibat Microbiologically Influenced Corrosion (MIC) yang dipicu biofilm matang Pseudomonas aeruginosa pada baja karbon ST-37 masih menjadi kendala utama di sektor industri. Penanganan MIC selama ini bergantung pada biosida komersial natrium hipoklorit (NaOCl) yang efektivitasnya terhalang oleh EPS tebal sehingga memerlukan dosis tinggi yang berisiko memicu korosivitas sekunder dan dampak lingkungan. Untuk menekan penggunaan NaOCl, biosurfaktan lipopeptida dari Bacillus clausii F7 dimanfaatkan sebagai co-agent karena sifat amfifiliknya yang mampu merenggangkan matriks EPS dan memfasilitasi penetrasi biosida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi biosurfaktan F7-NaOCl dalam mendisrupsi biofilm P. aeruginosa serta memitigasi biokorosi pada baja karbon ST-37. Metode penelitian diawali dengan penentuan kondisi biofilm matang dan produksi biosurfaktan F7, penentuan kombinasi efektif dengan checkerboard assay, serta evaluasi disrupsi biofilm dan laju korosi pada kupon baja karbon ST-37 setelah 24 jam dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan pendedahan biosurfaktan F7 125 ?g/mL secara tunggal menghasilkan eradikasi 73,25% dan NaOCl 1.250 ?g/mL secara tunggal sebesar 78,21%. Ketika dikombinasikan, eradikasi biofilm matang meningkat signifikan hingga 90,83% dengan dosis NaOCl yang diturunkan sebesar 75%. Pada pengujian di permukaan baja karbon ST-37, perlakuan kombinasi terpilih biosurfaktan F7 (125 ?g/mL) dan NaOCl (1.250 ?g/mL) menghasilkan kemampuan disrupsi awal yang tidak berbeda signifikan secara statistik (p > 0,05) dengan kontrol positif NaOCl dosis tinggi (5.000 ?g/mL), yang dapat dilihat dari penekanan populasi sel viabel dan peluruhan berat basah biofilm. Namun pada pengamatan jangka panjang, kinerja perlindungan biokorosi perlakuan kombinasi justru sekitar 10% lebih baik dibanding kontrol positif, ditunjukkan oleh laju korosi perlakuan kombinasi yang lebih rendah (0,194 mm/tahun) dibandingkan kontrol positif (0,215 mm/tahun). Dengan demikian, formulasi kombinasi biosurfaktan F7 dan NaOCl berpotensi sebagai strategi co-agent yang efektif dan efisien untuk pengendalian biokorosi jangka panjang di industri.