digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Syahnaz Suandana
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Kehadiran burung merupakan ancaman bagi keselamatan penerbangan karena dapat memicu insiden tabrakan burung (bird strike). Di Bandar Udara Soekarno-Hatta, blekok sawah mendominasi populasi avifauna dan berdasarkan karakteristiknya memiliki potensi bahaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika waktu dan ruang aktivitas perilaku blekok sawah serta menganalisis potensi bird strike berdasarkan intensitas aktivitas ruang-waktu spesies tersebut. Data dikumpulkan pada 3-19 Februari 2026 melalui fixed point observation dengan teknik ad libitum, focal, scan, dan sociometric matrix sampling pada 16 titik di sektor utara (Zona A dan B) dan selatan (Zona C dan D). Pengamatan dibagi dalam sesi pagi (06.00-10.00 WIB) dan sore (14.00-18.00 WIB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, Dunn’s-Test, korelasi Spearman, serta pemetaan intensitas aktivitas untuk menilai potensi bird strike. Hasil mengidentifikasi 9 perilaku dan 3 pola perilaku sosial. Analisis perbedaan aktivitas antarwaktu pengamatan berdasarkan durasi membuktikan perilaku melarikan diri dan waspada berbeda signifikan (p-adj ? 0,05). Berdasarkan frekuensi, perilaku melarikan diri, waspada, dan bersembunyi tidak terbukti signifikan pada uji lanjut (p-adj > 0,05). Sementara itu, pola perilaku sosial tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, baik berdasarkan durasi maupun frekuensi (p-value > 0,05). Adapun activity budget berdasarkan durasi menunjukkan perilaku mencari makan mendominasi pada 06.00-07.00 dan 17.00-18.00 WIB, sedangkan perilaku diam mendominasi sisa waktu lainnya. Berdasarkan frekuensi, perilaku terbang paling dominan sepanjang waktu pengamatan. Pola perilaku sosial dominan di sepanjang hari adalah soliter, baik berdasarkan durasi maupun frekuensi. Analisis perbedaan aktivitas antarruang pengamatan membuktikan perilaku terbang, melarikan diri, mencari makan, berjalan, bertengger, merias diri, diam, serta pola perilaku sosial soliter menunjukkan perbedaan yang signifikan antarzona, baik berdasarkan durasi maupun frekuensi (p-adj ? 0,05). Adapun spatial budget berdasarkan durasi menunjukkan perilaku diam mendominasi Zona A, mencari makan di Zona B dan D, serta melarikan diri di Zona C. Berdasarkan frekuensi, perilaku terbang mendominasi Zona A dan D, mencari makan di Zona B, serta melarikan diri dan waspada di Zona C. Pola perilaku sosial yang dominan pada setiap zona adalah soliter berdasarkan durasi maupun frekuensi, dengan pengecualian pada Zona B yang didominasi oleh kelompok intraspesifik berdasarkan durasi. Berdasarkan intensitas aktivitasnya, potensi bird strike tertinggi berada di Zona A dengan puncak potensi keseluruhan pada 08.00-09.00 WIB. Meskipun demikian, titik kerawanan yang paling ekstrem terkonsentrasi di Zona B pada 16.00-17.00 WIB. Temuan ini menegaskan urgensi penerapan strategi mitigasi potensi bird strike yang adaptif.