Kehadiran burung merupakan ancaman bagi keselamatan penerbangan karena
dapat memicu insiden tabrakan burung (bird strike). Di Bandar Udara
Soekarno-Hatta, blekok sawah mendominasi populasi avifauna dan berdasarkan
karakteristiknya memiliki potensi bahaya yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi dinamika waktu dan ruang aktivitas perilaku blekok sawah serta
menganalisis potensi bird strike berdasarkan intensitas aktivitas ruang-waktu spesies
tersebut. Data dikumpulkan pada 3-19 Februari 2026 melalui fixed point observation
dengan teknik ad libitum, focal, scan, dan sociometric matrix sampling pada 16 titik
di sektor utara (Zona A dan B) dan selatan (Zona C dan D). Pengamatan dibagi dalam
sesi pagi (06.00-10.00 WIB) dan sore (14.00-18.00 WIB). Analisis data dilakukan
menggunakan uji Shapiro-Wilk, Kruskal-Wallis, Dunn’s-Test, korelasi Spearman,
serta pemetaan intensitas aktivitas untuk menilai potensi bird strike. Hasil
mengidentifikasi 9 perilaku dan 3 pola perilaku sosial. Analisis perbedaan aktivitas
antarwaktu pengamatan berdasarkan durasi membuktikan perilaku melarikan diri dan
waspada berbeda signifikan (p-adj ? 0,05). Berdasarkan frekuensi, perilaku melarikan
diri, waspada, dan bersembunyi tidak terbukti signifikan pada uji lanjut (p-adj >
0,05). Sementara itu, pola perilaku sosial tidak menunjukkan perbedaan yang
signifikan, baik berdasarkan durasi maupun frekuensi (p-value > 0,05). Adapun
activity budget berdasarkan durasi menunjukkan perilaku mencari makan
mendominasi pada 06.00-07.00 dan 17.00-18.00 WIB, sedangkan perilaku diam
mendominasi sisa waktu lainnya. Berdasarkan frekuensi, perilaku terbang paling
dominan sepanjang waktu pengamatan. Pola perilaku sosial dominan di sepanjang
hari adalah soliter, baik berdasarkan durasi maupun frekuensi. Analisis perbedaan
aktivitas antarruang pengamatan membuktikan perilaku terbang, melarikan diri,
mencari makan, berjalan, bertengger, merias diri, diam, serta pola perilaku sosial
soliter menunjukkan perbedaan yang signifikan antarzona, baik berdasarkan durasi
maupun frekuensi (p-adj ? 0,05). Adapun spatial budget berdasarkan durasi
menunjukkan perilaku diam mendominasi Zona A, mencari makan di Zona B dan D,
serta melarikan diri di Zona C. Berdasarkan frekuensi, perilaku terbang mendominasi
Zona A dan D, mencari makan di Zona B, serta melarikan diri dan waspada di Zona
C. Pola perilaku sosial yang dominan pada setiap zona adalah soliter berdasarkan
durasi maupun frekuensi, dengan pengecualian pada Zona B yang didominasi oleh
kelompok intraspesifik berdasarkan durasi. Berdasarkan intensitas aktivitasnya,
potensi bird strike tertinggi berada di Zona A dengan puncak potensi keseluruhan
pada 08.00-09.00 WIB. Meskipun demikian, titik kerawanan yang paling ekstrem
terkonsentrasi di Zona B pada 16.00-17.00 WIB. Temuan ini menegaskan urgensi
penerapan strategi mitigasi potensi bird strike yang adaptif.
Perpustakaan Digital ITB