digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Salsabila Zahrani Putri
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Ekosistem mangrove di Pulau Tidung memiliki peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon sebagai bagian dari ekosistem karbon biru (blue carbon). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung struktur komunitas mangrove, mengestimasi stok karbon biomassa hidup dan sedimen serta total stok karbon mangrove, dan menganalisis potensi karbon biru pada ekosistem mangrove di Pulau Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu. Pengambilan data dilakukan di lima stasiun pengamatan yang ditentukan secara purposive sampling. Estimasi stok karbon biomassa dilakukan berdasarkan pengukuran diameter batang dan persamaan alometrik, sedangkan stok karbon sedimen dihitung berdasarkan nilai Dry Bulk Density (DBD) dan kandungan karbon organik (%Corg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi mangrove pada lokasi penelitian didominasi oleh Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Rata-rata total stok karbon ekosistem mangrove mencapai 316,85 Mg C/ha, yang didominasi oleh komponen sedimen sebesar 255,06 Mg C/ha, sedangkan biomassa aboveground dan belowground masing-masing menyimpan karbon sebesar 38,67 Mg C/ha dan 23,12 Mg C/ha. Kontribusi aboveground, belowground, dan sedimen terhadap total stok karbon antarstasiun masing-masing berkisar antara 4,4–23%, 3,7–15,9%, dan 63,2–92%. Stok karbon total tertinggi ditemukan di stasiun 1, yaitu sebesar 560 Mg C/ha, sedangkan stok karbon total terendah terdapat di stasiun 3, yaitu sebesar 117,44 Mg C/ha. Perbedaan stok karbon antarstasiun berkaitan dengan variasi struktur vegetasi, terutama ukuran diameter dan jumlah individu, serta karakteristik sedimen berupa DBD dan kandungan %Corg. Dominasi sedimen sebagai komponen penyimpan karbon menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Pulau Tidung memiliki potensi karbon biru yang cukup besar, dengan sedimen menjadi komponen utama dalam penyimpanan karbonnya.