Ekosistem mangrove di Pulau Tidung memiliki peran penting dalam menyerap dan
menyimpan karbon sebagai bagian dari ekosistem karbon biru (blue carbon).
Penelitian ini bertujuan untuk menghitung struktur komunitas mangrove,
mengestimasi stok karbon biomassa hidup dan sedimen serta total stok karbon
mangrove, dan menganalisis potensi karbon biru pada ekosistem mangrove di Pulau
Tidung Kecil dan Pulau Tidung Besar, Kepulauan Seribu. Pengambilan data
dilakukan di lima stasiun pengamatan yang ditentukan secara purposive sampling.
Estimasi stok karbon biomassa dilakukan berdasarkan pengukuran diameter batang
dan persamaan alometrik, sedangkan stok karbon sedimen dihitung berdasarkan
nilai Dry Bulk Density (DBD) dan kandungan karbon organik (%Corg). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa vegetasi mangrove pada lokasi penelitian
didominasi oleh Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Rata-rata total
stok karbon ekosistem mangrove mencapai 316,85 Mg C/ha, yang didominasi oleh
komponen sedimen sebesar 255,06 Mg C/ha, sedangkan biomassa aboveground
dan belowground masing-masing menyimpan karbon sebesar 38,67 Mg C/ha dan
23,12 Mg C/ha. Kontribusi aboveground, belowground, dan sedimen terhadap total
stok karbon antarstasiun masing-masing berkisar antara 4,4–23%, 3,7–15,9%, dan
63,2–92%. Stok karbon total tertinggi ditemukan di stasiun 1, yaitu sebesar 560 Mg
C/ha, sedangkan stok karbon total terendah terdapat di stasiun 3, yaitu sebesar
117,44 Mg C/ha. Perbedaan stok karbon antarstasiun berkaitan dengan variasi
struktur vegetasi, terutama ukuran diameter dan jumlah individu, serta karakteristik
sedimen berupa DBD dan kandungan %Corg. Dominasi sedimen sebagai
komponen penyimpan karbon menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Pulau
Tidung memiliki potensi karbon biru yang cukup besar, dengan sedimen menjadi
komponen utama dalam penyimpanan karbonnya.
Perpustakaan Digital ITB