digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Manajemen aset jalan tol saat ini masih menghadapi information gap akibat keterpisahan antara data kondisi perkerasan, model informasi aset, dan informasi spasial, sehingga menghambat pengambilan keputusan pemeliharaan berbasis kondisi serta identifikasi peluang intervensi sebelum kondisi aset melampaui Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi integrasi Building Information Modeling (BIM) dan Geographic Information System (GIS) dengan skema Condition-Based Maintenance (CBM) pada perkerasan bentang jembatan jalan tol melalui pengembangan suatu framework integrasi. Metode yang diterapkan menggunakan skema interoperabilitas OpenBIM berbasis Industry Foundation Classes (IFC) yang diintegrasikan ke dalam basis data spasial GIS menggunakan kunci relasional Segment_ID. Selanjutnya, model degradasi stokastik Rantai Markov digunakan untuk mengestimasi Remaining Service Life (RSL) sebagai informasi pendukung dalam evaluasi kondisi terhadap SPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi atribut BIM, data kondisi perkerasan (IRI dan PCI), estimasi RSL, serta informasi spasial ke dalam satu lingkungan BIM-GIS berpotensi mendukung identifikasi information gap, evaluasi kondisi terhadap SPM, penentuan window of opportunity, serta penyusunan decision rules dan prioritas pemeliharaan berbasis kondisi. Secara konseptual, framework yang dikembangkan menunjukkan potensi BIM-GIS sebagai sistem pendukung keputusan pemeliharaan yang mampu menghubungkan informasi aset, kondisi, dan spasial secara lebih terstruktur dan kontekstual pada pengelolaan aset jembatan jalan tol.