Manajemen aset jalan tol saat ini masih menghadapi information gap akibat
keterpisahan antara data kondisi perkerasan, model informasi aset, dan informasi
spasial, sehingga menghambat pengambilan keputusan pemeliharaan berbasis
kondisi serta identifikasi peluang intervensi sebelum kondisi aset melampaui
Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi
integrasi Building Information Modeling (BIM) dan Geographic Information
System (GIS) dengan skema Condition-Based Maintenance (CBM) pada
perkerasan bentang jembatan jalan tol melalui pengembangan suatu framework
integrasi. Metode yang diterapkan menggunakan skema interoperabilitas OpenBIM
berbasis Industry Foundation Classes (IFC) yang diintegrasikan ke dalam basis
data spasial GIS menggunakan kunci relasional Segment_ID. Selanjutnya, model
degradasi stokastik Rantai Markov digunakan untuk mengestimasi Remaining
Service Life (RSL) sebagai informasi pendukung dalam evaluasi kondisi terhadap
SPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi atribut BIM, data kondisi
perkerasan (IRI dan PCI), estimasi RSL, serta informasi spasial ke dalam satu
lingkungan BIM-GIS berpotensi mendukung identifikasi information gap, evaluasi
kondisi terhadap SPM, penentuan window of opportunity, serta penyusunan
decision rules dan prioritas pemeliharaan berbasis kondisi. Secara konseptual,
framework yang dikembangkan menunjukkan potensi BIM-GIS sebagai sistem
pendukung keputusan pemeliharaan yang mampu menghubungkan informasi aset,
kondisi, dan spasial secara lebih terstruktur dan kontekstual pada pengelolaan aset
jembatan jalan tol.
Perpustakaan Digital ITB