Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan terjadinya depresi, yakni respons maladaptif terhadap stres kronik atau akut. Depresi dikarakterisasi oleh mekanisme patofisiologis berupa disfungsi otonom; salah satu sistem yang terpengaruhi adalah sistem kardiovaskular. Jumlah penduduk yang mengalami depresi di dunia meningkat setiap tahunnya. Pengobatan umum yang diberikan untuk mengatasi hal tersebut adalah penggunaan antidepresan sintetik; namun demikian, penggunaan secara jangka panjang mengganggu homeostasis tubuh. Efek samping yang timbul dapat berupa gangguan pencernaan, gangguan penglihatan, gangguan tidur, disfungsi seksual, mulut kering, penambahan berat badan, peningkatan tekanan darah, serta gangguan irama jantung. Oleh karena itu, dibutuhkan pengobatan alternatif alami yang lebih aman dan efektif. Frankincense atau olibanum merupakan resin aromatik dari genus Boswellia, yang diketahui memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan, dan neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Frankincense Essential Oil2 (FEO2) sebagai antidepresan alternatif jalur inhalasi melalui pengaruhnya terhadap parameter elektrokardiogram pada mencit yang diberi stimulus stress berulang serta mengetahui dan menguji efektivitas FEO2 untuk mengatasi stress berulang ketika diberikan secara inhalasi. Pengaruh FEO2 terhadap stres dan depresi dianalisis melalui parameter elektrofisiologis, yaitu gelombang P, kompleks QRS, gelombang T, segmen ST, interval QT, interval RR, dan Heart Rate; yang didapatkan dari rekaman elektrokardiogram (EKG). Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit BALB/c jantan berusia 8 minggu, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan: (1) Kontrol Negatif (KN), (2) Kontrol Positif, berupa pemberian oral fluoxetine (KP), (3) FEO2 0.33%, (4) FEO2 0.67%, dan (5) FEO2 1.00%, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus (n = 5). Perlakuan dilakukan dengan metode repeated acute restraint stress selama 30 menit bersamaan dengan inhalasi FEO2 selama 7 hari. Perekaman EKG dilakukan pada hari ke-0, hari ke-2, hari ke-4, hari ke-6, dan hari ke-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inhalasi FEO2 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kontrol negatif, tetapi menunjukkan pola menyerupai antidepresan komersial. Hal ini mengindikasikan potensinya sebagai antidepresan alternatif, karena mampu meningkatkan interval RR dan menurunkan frekuensi denyut jantung, sedangkan parameter interval QT mengindikasikan bahwa dosis yang digunakan kurang tepat dan optimal. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa FEO2 berpotensi menjadi antidepresan alternatif, namun membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis FEO2 yang tepat.
Perpustakaan Digital ITB