Kesenjangan konsumsi energi listrik antara wilayah Nusa Tenggara dan Jawa-Bali, serta
ketergantungan pada bahan bahar fosil di wilayah 3T, mendorong perlunya eksplorasi sumber
energi terbarukan berbasis potensi lokal. Selat Lombok yang merupakan jalut keluar utama
Indonesian Throughflow (ITF), menyimpan potensi energi arus laut yang belum banyak dikaji
dari sisi karakteristik arus terhadap kedalaman maupun potensi daya dan kelayakan
pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecepatan arus laut pada
kedalaman arus maksimum untuk menentukan lokasi dan kedalaman potensial penempatan
teknologi konversi energi arus laut, serta mengestimasi potensi daya teoritis dan kelayakan
pemanfaatannya sebagai energi alternatif bagi masyarakat pesisir. Analisis dilakukan
menggunakan data komponen u dan v dari model hidrodinamika 3D (Ningsih dkk., 2025) pada
tujuh stasiun di perairan Selat Lombok selama periode satu tahun, meliputi analisis profil vertikal
kecepatan arus, estimasi kerapatan daya teoritis dan teknis, serta analisis kelayakan ekonomi
menggunakan Levelized Cost of Energy (LCOE) berbasis Discounted Cash Flow. Hasil
menunjukan arus di Selat Lombok didominasi komponen meridional yang mengikuti aliran ITF,
dengan Stasiun 11 yang berada dekat zona sill memiliki kecepatan dan kerapatan daya tertinggi
serta LCOE yang rendah. Turbin Orbital O2 secara konsisten menunjukan keunggulan ekonomi
dibanding Hammerfest HS1500. Temuan ini menegaskan bahwa lokasi dekat zona sill di Selat
Lombok berpotensi layak dikembangkan sebagai sumber energi arus alternatif.
Perpustakaan Digital ITB