digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Rahma Effendi Daulay
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Kesenjangan konsumsi energi listrik antara wilayah Nusa Tenggara dan Jawa-Bali, serta ketergantungan pada bahan bahar fosil di wilayah 3T, mendorong perlunya eksplorasi sumber energi terbarukan berbasis potensi lokal. Selat Lombok yang merupakan jalut keluar utama Indonesian Throughflow (ITF), menyimpan potensi energi arus laut yang belum banyak dikaji dari sisi karakteristik arus terhadap kedalaman maupun potensi daya dan kelayakan pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kecepatan arus laut pada kedalaman arus maksimum untuk menentukan lokasi dan kedalaman potensial penempatan teknologi konversi energi arus laut, serta mengestimasi potensi daya teoritis dan kelayakan pemanfaatannya sebagai energi alternatif bagi masyarakat pesisir. Analisis dilakukan menggunakan data komponen u dan v dari model hidrodinamika 3D (Ningsih dkk., 2025) pada tujuh stasiun di perairan Selat Lombok selama periode satu tahun, meliputi analisis profil vertikal kecepatan arus, estimasi kerapatan daya teoritis dan teknis, serta analisis kelayakan ekonomi menggunakan Levelized Cost of Energy (LCOE) berbasis Discounted Cash Flow. Hasil menunjukan arus di Selat Lombok didominasi komponen meridional yang mengikuti aliran ITF, dengan Stasiun 11 yang berada dekat zona sill memiliki kecepatan dan kerapatan daya tertinggi serta LCOE yang rendah. Turbin Orbital O2 secara konsisten menunjukan keunggulan ekonomi dibanding Hammerfest HS1500. Temuan ini menegaskan bahwa lokasi dekat zona sill di Selat Lombok berpotensi layak dikembangkan sebagai sumber energi arus alternatif.