Sektor konstruksi di Indonesia didominasi oleh kontraktor kecil yang sering kali menghadapi tantangan inefisiensi akibat praktik manajemen yang sangat bergantung pada pengalaman operasional dan sistem perencanaan terpusat (top-down). Inefisiensi ini terlihat dari temuan masalah kegagalan rencana kerja mingguan hingga 20%, yang mengakibatkan pemborosan, keterlambatan, dan pembengkakan biaya proyek. Last Planner System (LPS) sebagai bagian dari Lean Construction terbukti mampu mengatasi ketidakteraturan alur kerja melalui perencanaan berbasis komitmen. Namun, karakteristik operasional kontraktor kecil yang memiliki sumber daya terbatas menuntut adanya adaptasi strategi implementasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana potensi penerapan prinsip dan metode LPS saat ini, sekaligus merumuskan strategi penerapannya pada skala kontraktor kecil. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui studi literatur, wawancara terhadap 10 manajer proyek dan pelaksana lapangan pada kontraktor kecil di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya, serta divalidasi lebih lanjut melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama para pakar praktisi Lean Construction di Indonesia. Hasil temuan menunjukkan bahwa potensi penerapan LPS secara penuh masih sangat minim karena kontraktor kecil belum mengenal metode tersebut. Praktik tradisional yang berjalan di lapangan secara kebetulan beririsan pada tahap Master Scheduling dengan tingkat pemenuhan 45%, Weekly Work Plan sebesar 34%, dan Learning sebesar 15%. Sementara itu, Phase Scheduling dan Lookahead Planning sama sekali belum dilakukan (0%). Lalu, didapatkan temuan prinsip LPS sangat rendah. Dari potensi tersebut, penelitian ini merekomendasikan implementasi Last Planner System Bertahap melalui tujuh usulan strategi yang dikembangkan dari beberapa literatur, yaitu Top Management Must Intervence, Establishing Leadership Commitment and Organizational Readiness, Conducting a Baseline Assessment of Processes, Partial Implementation of Last Planner System, Launching a Pilot Project, Embedding a Culture of Continuous Improvement, dan Addressing SME-Specific Challenges.
Perpustakaan Digital ITB