Stunting pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di
Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Jakarta Pusat. Meskipun
cakupan infrastruktur relatif tinggi, ketimpangan dalam kualitas sanitasi, sumber
daya rumah tangga, dan kapasitas pengasuhan tetap mempengaruhi status gizi
anak. Stunting, yang diukur menggunakan Height-for-Age Z-score (HAZ),
mencerminkan kekurangan gizi kronis akibat asupan makanan yang tidak
memadai, infeksi berulang, serta kondisi sosial ekonomi dan lingkungan yang
tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan jalur
determinan sosioekonomi serta WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) terhadap
status gizi anak di Jakarta Pusat. Data primer dikumpulkan dari 210 rumah tangga
dengan anak usia 0–59 bulan. Analisis menggunakan regresi linear multivariat
untuk mengukur kekuatan determinan dan Structural Equation Modelling (SEM)
untuk menganalisis jalur struktural.
Hasil regresi menunjukkan bahwa pendidikan ibu (? = 0.285) dan kondisi sanitasi
(? = 0.276) merupakan prediktor terkuat terhadap HAZ, diikuti oleh kekayaan
rumah tangga (? = 0.220). Analisis SEM menunjukkan bahwa pengaruh kekayaan
terhadap pertumbuhan anak terutama terjadi melalui jalur tidak langsung,
khususnya melalui pendidikan ibu dan kondisi WASH, dengan WASH (? = 0.345)
menunjukkan pengaruh langsung terkuat. Penelitian ini memberikan bukti empiris
tingkat mikro bahwa stunting perkotaan termediasi secara struktural melalui
kualitas pendidikan ibu dan sanitasi rumah, bukan semata-mata oleh pendapatan.
Perpustakaan Digital ITB