digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Stunting pada anak masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat utama di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan seperti Jakarta Pusat. Meskipun cakupan infrastruktur relatif tinggi, ketimpangan dalam kualitas sanitasi, sumber daya rumah tangga, dan kapasitas pengasuhan tetap mempengaruhi status gizi anak. Stunting, yang diukur menggunakan Height-for-Age Z-score (HAZ), mencerminkan kekurangan gizi kronis akibat asupan makanan yang tidak memadai, infeksi berulang, serta kondisi sosial ekonomi dan lingkungan yang tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan jalur determinan sosioekonomi serta WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) terhadap status gizi anak di Jakarta Pusat. Data primer dikumpulkan dari 210 rumah tangga dengan anak usia 0–59 bulan. Analisis menggunakan regresi linear multivariat untuk mengukur kekuatan determinan dan Structural Equation Modelling (SEM) untuk menganalisis jalur struktural. Hasil regresi menunjukkan bahwa pendidikan ibu (? = 0.285) dan kondisi sanitasi (? = 0.276) merupakan prediktor terkuat terhadap HAZ, diikuti oleh kekayaan rumah tangga (? = 0.220). Analisis SEM menunjukkan bahwa pengaruh kekayaan terhadap pertumbuhan anak terutama terjadi melalui jalur tidak langsung, khususnya melalui pendidikan ibu dan kondisi WASH, dengan WASH (? = 0.345) menunjukkan pengaruh langsung terkuat. Penelitian ini memberikan bukti empiris tingkat mikro bahwa stunting perkotaan termediasi secara struktural melalui kualitas pendidikan ibu dan sanitasi rumah, bukan semata-mata oleh pendapatan.