digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Timbulan abu batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap cukup melimpah khususnya. Meskipun bukan limbah bahan berbahaya dan beracun, di dalam abu batu bara terdapat beberapa logam berat yang berpotensi mencemari air dan tanah dan beberapa logam yang memiliki nilai ekonomi. Bioleaching merupakan salah satu metode untuk memisahkan logam dari abu batu bara dengan cara mengekstrak logam dari abu batu bara dengan menggunakan mikroorganisme. Metode bioleaching menggunakan mikroorganisme telah terbukti cukup baik dalam mengekstrak logam dari material padatan. Tetapi masih sedikit yang meneliti bioleaching logam Cu, Zn, Cr, dan Ni pada abu batu bara menggunakan bakteri indigenous yang berasal dari tempat penimbunan abu batu bara. Pada penelitian tahap satu telah diisolasi bakteri indigenous dari lokasi penimbunan abu batu bara, tahap dua menganalisis kemampuan bakteri dan mekanismenya pada direct bioleaching. Pada tahap tiga menganalisis indirect bioleaching logam pada fly ash dan mekanismenya. Sedangkan tahap keempat menganalisis direct bioleaching logam dengan proses pada direct bioleaching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri indigenous yang berasal dari lokasi penimbunan abu batu bara memiliki potensi tinggi untuk digunakan dalam proses bioleaching logam berat dari abu batu bara. Analisis metagenom menunjukkan keanekaragaman mikroorganisme pada kultur awal, dan empat isolat yang diidentifikasi termasuk Brucella lupini, Bacillus toyonensis, Acinetobacter pittii, dan Bacillus tropicus. Redoksolisis, kompleksolisis oleh EPS, dan biosorpsi adalah mekanisme yang berperan dalam proses direct bioleaching. Perubahan redoks potensial, konsentrasi Fe2+, produksi EPS, dan populasi bakteri yang besar menunjukkan adanya mekanisme tersebut. Produksi EPS terbaik dicapai pada konsentrasi glukosa 7,5 g/L. EPS dapat menyisihkan logam Cr, Cu, Zn, dan Ni melalui proses indirect bioleaching, dengan efisiensi tertinggi pada logam Zn. Menurut analisis FTIR, terbentuknya kompleks logam-EPS yang menunjukkan bahwa adanya mekanisme kompleksolisis dalam proses indirect bioleaching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri indigenous dapat berfungsi sebagai agen bioremediasi yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengolahan limbah abu batu bara.