ABSTRAK Zuhdi Jundullah
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rita Nurainni, S.I.Pus
» Gedung UPT Perpustakaan
Kawasan Geopark Ciletuh merupakan daerah yang ditetapkan sebagai Kawasan
Strategis Pariwisata Provinsi Jawa Barat menurut Perda Provinsi tahun 2015.
Kawasan ini terletak di Kabupaten Sukabumi yang merupakan wilayah dengan
potensi bahaya tsunami tinggi akibat kedekatannya dengan zona subduksi aktif
Megathrust Selat Sunda. Adanya celah seismik di selatan Jawa dengan potensi
magnitudo hingga Mw 9.1, ditambah morfologi Teluk Ciletuh yang landai dan
tertutup, menjadikan kawasan ini sangat rentan terhadap dampak gelombang
tsunami. Penelitian ini bertujuan memodelkan tinggi dan zona rendaman tsunami
di Kawasan Geopark Ciletuh, serta menganalisis tingkat bahaya berdasarkan hasil
simulasi. Simulasi numerik dilakukan menggunakan COMCOT v1.7 dengan tiga
skenario gempa yang bersumber dari zona megathrust berkekuatan Mw 8.9, Mw
9.0, dan Mw 9.1 menggunakan sistem grid bersarang lima tingkatan dengan resolusi
terkecil 22,76 meter. Data masukan berupa topografi DEMNAS dan batimetri
BATNAS dari Badan Informasi Geospasial. Validasi model dilakukan melalui
rekonstruksi Tsunami Pangandaran 2006 dengan bilangan Aida yang menghasilkan
indeks keselarasan K sebesar 0,997 dan indeks variabilitas ? sebesar 1,415.
Skenario 3 dengan kekuatan Mw 9.1 terbukti paling sesuai dengan proyeksi
ancaman Probabilistic Tsunami Hazard Assessment 500 tahun, menghasilkan nilai
RMSE terkecil sebesar 0,56. Pada skenario terburuk ini, deformasi awal muka air
laut mencapai 25 meter. Gelombang pertama menyentuh pesisir pada menit ke-15
hingga ke-20 dengan tinggi puncak 15,6–16,8 meter dan kecepatan arus maksimum
14,09 m/s. Distribusi tinggi tsunami di sepanjang pantai didominasi kategori Sangat
Tinggi di atas 10 meter. Analisis bahaya menunjukkan Desa Ciwaru, Girimukti, dan
Tamanjaya sebagai wilayah paling kritis dengan persentase area terdampak masing-
masing 99,99%, 99,36%, dan 92,94%, serta total luasan terdampak di Desa Ciwaru
dan Mandrajaya masing-masing mencapai 606,01 ha dan 438,24 ha. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Geopark Ciletuh tergolong wilayah
dengan tingkat bahaya tsunami sangat tinggi dan penting sebagai dasar perencanaan
mitigasi dan tata ruang pesisir.
Perpustakaan Digital ITB