digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia memiliki kawasan hutan mangrove terluas di dunia dengan luas sekitar 3,5 juta ha, dan Kabupaten Kubu Raya merupakan wilayah dengan luasan mangrove terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. PT Kandelia Alam sebagai kawasan konsesi mangrove yang tergabung dalam Integra Group Carbon Project melaksanakan rehabilitasi mangrove melalui penanaman aktif dan Assisted Natural Regeneration (ANR). Keberhasilan rehabilitasi memerlukan informasi ekologi mengenai distribusi spesies, struktur komunitas, dan regenerasi alami mangrove pada kondisi salinitas yang berbeda. Namun, informasi tersebut masih terbatas di kawasan konsesi PT Kandelia Alam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola distribusi, struktur komunitas, dan regenerasi alami mangrove pada kondisi salinitas yang berbeda di PT Kandelia Alam, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas 18.130 ha pada tanggal 18 Januari hingga 2 Februari 2026. Pengambilan data dilakukan menggunakan petak bertingkat (nested plot) yang disusun sepanjang transek tegak lurus terhadap alur sungai yang mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir. Data yang dikumpulkan meliputi data vegetasi, lingkungan, dan spasial. Kondisi salinitas diklasifikasikan berdasarkan Kusmana et al. (2008), sedangkan struktur komunitas dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kemerataan, indeks dominansi Simpson, Indeks Nilai Penting (INP), dan indeks Morisita. Regenerasi alami dianalisis berdasarkan struktur populasi dan kurva J terbalik melalui distribusi kelas diameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan penelitian berada pada dua kategori salinitas, yaitu salinitas payau sedang (12,03–18,77 ppt) dan salinitas payau tinggi (23,28–28,25 ppt). Sebanyak tujuh spesies mangrove ditemukan pada kondisi salinitas payau sedang, sedangkan pada salinitas payau tinggi hanya ditemukan empat spesies. Secara keseluruhan, tercatat 576 individu yang tergolong vi dalam tiga famili dan tujuh spesies, dengan Rhizophora apiculata sebagai spesies dominan sebanyak 317 individu (55%). Nilai keanekaragaman dan kemerataan spesies tergolong rendah pada kedua kategori salinitas, yang menunjukkan dominansi oleh sejumlah kecil spesies. Berdasarkan nilai INP, R. apiculata memiliki peranan ekologis tertinggi, diikuti oleh Bruguiera gymnorrhiza dan Xylocarpus granatum. Sebagian besar spesies menunjukkan pola distribusi mengelompok. Struktur komunitas pada salinitas payau sedang didominasi oleh tingkat pertumbuhan pohon, sedangkan pada salinitas payau tinggi menunjukkan distribusi individu yang lebih seimbang antara semai, pancang, dan pohon. Analisis regenerasi menunjukkan bahwa kedua kategori salinitas umumnya memiliki kondisi regenerasi yang baik, yang ditunjukkan oleh pola distribusi diameter berbentuk kurva J terbalik dengan koefisien determinasi yang tinggi (R² > 0,90). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa komunitas mangrove di PT Kandelia Alam menunjukkan perbedaan komposisi spesies dan struktur tegakan pada kategori salinitas yang berbeda, dengan Rhizophora apiculata berperan sebagai spesies yang paling dominan secara ekologis pada kedua kondisi salinitas. Hasil penelitian ini memberikan informasi ekologi yang dapat mendukung pemilihan spesies serta penyusunan strategi pengelolaan dalam program rehabilitasi mangrove dan Assisted Natural Regeneration (ANR) di kawasan PT Kandelia Alam.