ABSTRAK Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Risa Renata
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Fenomena urban loneliness atau kesepian perkotaan semakin mendapat perhatian dalam
kajian kesehatan dan pembangunan kota. Data WHO (2025) menunjukkan bahwa kelompok
usia muda 13-29 tahun merupakan kelompok yang paling banyak mengalami loneliness
secara global, dengan prevalensi 17-21%. Di lingkungan kampus, persoalan ini relevan untuk
dikaji karena mahasiswa dapat berada dalam ruang yang padat secara fisik, tetapi tidak selalu
merasakan keterhubungan sosial yang bermakna. Dari perspektif Perencanaan Wilayah dan
Kota, persoalan tersebut berkaitan dengan fungsi ruang informal kampus sebagai
infrastruktur sosial. Penelitian ini mengisi celah kajian dengan menghubungkan urban
loneliness mahasiswa dengan pola interaksi sosial dan pemanfaatan ruang informal kampus.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi sosial dan pemanfaatan ruang
informal Kampus ITB Ganesha berdasarkan tingkat urban loneliness mahasiswa. Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif komparatif dengan mixed method melalui kuesioner
UCLA Loneliness Scale versi 3 serta observasi behavior mapping untuk memvalidasi
temuan. Responden penelitian berjumlah 102 responden mahasiswa aktif di ITB Ganesha
yang menggunakan tiga ruang informal, yaitu Campus Center Timur, Campus Center Barat,
dan Beranda 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 68,63% mahasiswa berada pada
kategori loneliness sedang, dengan rata-rata skor UCLA sebesar 45,14. Pola interaksi
didominasi oleh kelompok kecil dalam jaringan sosial yang sudah terbentuk, terutama teman
satu jurusan. Pemanfaatan ruang juga masih lebih berorientasi akademik daripada sosial,
ditunjukkan oleh rendahnya proporsi interaksi spontan sebesar 7,78%. Temuan ini
menunjukkan bahwa intensitas penggunaan ruang tidak selalu berbanding lurus dengan
kualitas keterhubungan sosial yang dirasakan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang
informal Kampus ITB Ganesha sudah inklusif secara spasial, tetapi belum sepenuhnya
inklusif secara sosial. Kebaruan penelitian terletak pada pembacaan fungsi infrastruktur sosial
kampus melalui analisis komparatif berdasarkan tingkat urban loneliness mahasiswa,
sehingga dapat menjadi dasar pengembangan ruang informal kampus yang lebih peka
terhadap variasi kebutuhan sosial mahasiswa.
Perpustakaan Digital ITB