digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Halal Ubud Burger (HUBBER) merupakan restoran cepat saji halal berbasis western food dengan fokus utama pada produk burger. Setelah berkembang di Ubud, HUBBER melakukan ekspansi ke Bandung. Namun, realisasi penjualan cabang Bandung belum mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Berdasarkan hasil identifikasi awal, permasalahan tersebut tidak hanya disebabkan oleh pemasaran yang terbatas, tetapi juga oleh belum jelasnya strategi produk yang sesuai dengan karakteristik pasar Bandung. Produk HUBBER masih belum memiliki diferensiasi yang kuat, sementara persaingan industri kuliner di Bandung cukup tinggi dan preferensi konsumen cepat berubah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang alternatif strategi produk yang dapat diimplementasikan oleh HUBBER dan menentukan strategi produk yang menjadi prioritas utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan peninjauan dokumen internal perusahaan. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap input, matching, dan decision. Tahap input dilakukan melalui identifikasi visi produk, analisis lingkungan internal menggunakan Business Model Canvas, serta analisis lingkungan eksternal menggunakan PEST dan ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????. Tahap matching dilakukan menggunakan SWOT-TOWS untuk menghasilkan alternatif strategi produk. Tahap decision dilakukan menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan bobot faktor dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi. Hasil penelitian menghasilkan lima alternatif strategi produk. Berdasarkan hasil QSPM, strategi dengan nilai Sum Total Attractiveness Score (STAS) tertinggi adalah pengembangan dan diversifikasi produk untuk meningkatkan keunggulan kompetitif dengan nilai 6,620. Strategi ini menjadi prioritas karena paling relevan dengan permasalahan utama HUBBER, yaitu pengembangan dan diferensiasi produk yang masih terbatas, serta sesuai dengan kondisi eksternal berupa persaingan industri kuliner yang ketat dan perubahan preferensi konsumen. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi HUBBER dalam mengembangkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar Bandung dan memperkuat daya saing perusahaan.