Halal Ubud Burger (HUBBER) merupakan restoran cepat saji halal berbasis
western food dengan fokus utama pada produk burger. Setelah berkembang di
Ubud, HUBBER melakukan ekspansi ke Bandung. Namun, realisasi penjualan
cabang Bandung belum mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, permasalahan tersebut tidak hanya disebabkan
oleh pemasaran yang terbatas, tetapi juga oleh belum jelasnya strategi produk yang
sesuai dengan karakteristik pasar Bandung. Produk HUBBER masih belum
memiliki diferensiasi yang kuat, sementara persaingan industri kuliner di Bandung
cukup tinggi dan preferensi konsumen cepat berubah. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk merancang alternatif strategi produk yang dapat
diimplementasikan oleh HUBBER dan menentukan strategi produk yang menjadi
prioritas utama.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan
data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan peninjauan dokumen
internal perusahaan. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap
input, matching, dan decision. Tahap input dilakukan melalui identifikasi visi
produk, analisis lingkungan internal menggunakan Business Model Canvas, serta
analisis lingkungan eksternal menggunakan PEST dan ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????. Tahap
matching dilakukan menggunakan SWOT-TOWS untuk menghasilkan alternatif
strategi produk. Tahap decision dilakukan menggunakan Analytic Hierarchy
Process (AHP) untuk menentukan bobot faktor dan Quantitative Strategic Planning
Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi.
Hasil penelitian menghasilkan lima alternatif strategi produk. Berdasarkan hasil
QSPM, strategi dengan nilai Sum Total Attractiveness Score (STAS) tertinggi
adalah pengembangan dan diversifikasi produk untuk meningkatkan keunggulan
kompetitif dengan nilai 6,620. Strategi ini menjadi prioritas karena paling relevan
dengan permasalahan utama HUBBER, yaitu pengembangan dan diferensiasi
produk yang masih terbatas, serta sesuai dengan kondisi eksternal berupa
persaingan industri kuliner yang ketat dan perubahan preferensi konsumen. Dengan
demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi HUBBER dalam
mengembangkan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar Bandung dan
memperkuat daya saing perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB