digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Hans Phalosa Wirawan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Perkembangan kawasan perkotaan yang semakin pesat mendorong berbagai kota untuk menerapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) sebagai pendekatan pembangunan yang lebih berkelanjutan. Dalam implementasinya, keberhasilan pengembangan kawasan TOD tidak hanya ditentukan oleh peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi, tetapi juga oleh kualitas visual ruang jalan yang menjadi bagian utama pengalaman pengguna kawasan. Kawasan TOD Dukuh Atas sebagai salah satu fokus kawasan TOD di Provinsi DK Jakarta mengalami transformasi fisik yang sangat signifikan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas visual ruang jalan di Kawasan TOD Dukuh Atas tahun 2013 dan 2025 melalui integrasi indikator objektif dan subjektif berbasis deep learning menggunakan street view imagery. Analisis indikator objektif dilakukan menggunakan metode semantic segmentation untuk mengidentifikasi proporsi elemen fisik. Sementara itu, indikator subjektif dianalisis menggunakan pendekatan persepsi visual berbasis dataset MIT Place Pulse 2.0. Secara objektif, kualitas visual ruang jalan mengalami peningkatan nilai walkability, facility richness, dan crowd gathering sebagai dampak dari pengembangan kawasan yang lebih terintegrasi dengan transportasi publik. Namun demikian, peningkatan intensitas pembangunan bangunan vertikal dan aktivitas kendaraan pada beberapa ruas jalan juga menyebabkan penurunan kualitas visual. Dari sisi subjektif, persepsi visual kawasan cenderung mengalami peningkatan pada indikator livelier, safer, wealthier, dan beautiful, yang menunjukkan bahwa transformasi kawasan memberikan citra lingkungan yang lebih baik secara visual. Di sisi lain, beberapa area masih menunjukkan persepsi negatif seperti boring dan depressing. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan evaluasi kawasan perkotaan berbasis data visual serta menjadi referensi dalam perencanaan ruang jalan pada kawasan TOD di Indonesia.