digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Ahmad Syauqy Rusydan
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Operasi peledakan dalam penambangan berperan penting dalam efisiensi penggalian dan pengolahan material. Salah satu tantangan utamanya adalah munculnya boulder yang membutuhkan pemecahan sekunder dan peningkatan biaya dan waktu produksi. Boulder didefinisikan sebagai fragmen batuan dengan P90 lebih dari 80 cm. Metode Kuz-Ram umum digunakan untuk menentukan distribusi ukuran fragmen. Namun, ketidakpastian dari berbagai parameter fragmen batuan seperti karakteristik massa batuan, bidang lemah, dan geometri peledakan yang beragam di lokasi penelitian membuat metode Kuz-Ram dengan pendekatan deterministik saja kurang representatif terhadap kondisi di lapangan. Seiring dengan perkembangan teknologi, ketidakpastian dari berbagai parameter tersebut dapat diatasi dengan penggunaan simulasi Monte Carlo. Simulasi Monte Carlo dilakukan sebanyak 1000 kali dengan menggunakan distribusi empiris terhadap parameter-parameter input yang digunakan untuk perhitungan metode Kuz-Ram. Dari simulasi yang telah dilakukan, didapatkan probabilitas terbentuknya boulder dari operasi peledakan sebesar 4,3%. Nilai tersebut menandakan operasi peledakan yang dilakukan telah memenuhi standar dan dapat diterima secara luas dalam praktik keteknikan karena memiliki nilai risiko di bawah 5%. Berdasarkan uji sensitivitas yang dilakukan pada faktor batuan, jumlah material yang ingin diledakkan, jumlah bahan peledak yang digunakan, dan indeks keseragaman terhadap nilai P90, hasil pengujian menunjukkan bahwa faktor batuan merupakan parameter yang paling dominan mempengaruhi terbentuknya boulder.