Pemilihan bahan peledak yang tidak mempertimbangkan karakteristik batuan dapat
menyebabkan transfer energi peledakan yang kurang optimal. Salah satu parameter
yang berperan dalam proses transfer energi gelombang kejut adalah impedansi
akustik, yang dipengaruhi oleh densitas dan kecepatan rambat gelombang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian impedansi antara batuan dan
bahan peledak serta mengembangkan algoritma optimasi pemilihan bahan peledak
berbasis pendekatan impedansi yang diimplementasikan dalam aplikasi berbasis
web.
Data penelitian berupa kecepatan gelombang geser (Vs) dikonversi menjadi
kecepatan gelombang primer (Vp) menggunakan bantuan perangkat lunak
SeisImager. Nilai Vp digunakan untuk interpretasi litologi serta perhitungan
densitas dan impedansi batuan. Impedansi bahan peledak dihitung berdasarkan data
densitas dan kecepatan detonasi dari spesifikasi teknis produk bahan peledak.
Analisis kesesuaian impedansi dilakukan dengan meminimalkan perbedaan
impedansi melalui pendekatan koefisien refleksi gelombang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecepatan gelombang P (Vp) berkisar
antara ±300 – 3150 m/s dengan densitas batuan sekitar ±1400 hingga >2600 kg/m3
,
yang menghasilkan impedansi batuan pada kisaran 0,49 x 106
– 8,37 x 106
kg/m2
·s.
Rentang impedansi bahan peledak berada pada kisaran 2,4 x 106
hingga 8,9 x 106
kg/m2
·s. Hasil optimasi menunjukkan bahwa batuan berimpedansi rendah (<1,5 x
106
kg/m2
·s) tidak direkomendasikan untuk peledakan, sedangkan batuan
berimpedansi menengah hingga tinggi memerlukan bahan peledak dengan
impedansi yang sepadan, seperti ANFO untuk impedansi menengah (1,6 – 3,3 x 106
kg/m2
·s), dan emulsi/slurry untuk impedansi tinggi (4,6 - >7,0 x 106
kg/m2
·s).
Algoritma yang dikembangkan berhasil diimplementasikan dalam aplikasi berbasis
web dan menghasilkan rekomendasi yang konsisten dengan perhitungan manual,
sehingga dapat berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan pada tahap
evaluasi awal perencanaan peledakan.
Perpustakaan Digital ITB