digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pemilihan bahan peledak yang tidak mempertimbangkan karakteristik batuan dapat menyebabkan transfer energi peledakan yang kurang optimal. Salah satu parameter yang berperan dalam proses transfer energi gelombang kejut adalah impedansi akustik, yang dipengaruhi oleh densitas dan kecepatan rambat gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian impedansi antara batuan dan bahan peledak serta mengembangkan algoritma optimasi pemilihan bahan peledak berbasis pendekatan impedansi yang diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web. Data penelitian berupa kecepatan gelombang geser (Vs) dikonversi menjadi kecepatan gelombang primer (Vp) menggunakan bantuan perangkat lunak SeisImager. Nilai Vp digunakan untuk interpretasi litologi serta perhitungan densitas dan impedansi batuan. Impedansi bahan peledak dihitung berdasarkan data densitas dan kecepatan detonasi dari spesifikasi teknis produk bahan peledak. Analisis kesesuaian impedansi dilakukan dengan meminimalkan perbedaan impedansi melalui pendekatan koefisien refleksi gelombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecepatan gelombang P (Vp) berkisar antara ±300 – 3150 m/s dengan densitas batuan sekitar ±1400 hingga >2600 kg/m3 , yang menghasilkan impedansi batuan pada kisaran 0,49 x 106 – 8,37 x 106 kg/m2 ·s. Rentang impedansi bahan peledak berada pada kisaran 2,4 x 106 hingga 8,9 x 106 kg/m2 ·s. Hasil optimasi menunjukkan bahwa batuan berimpedansi rendah (<1,5 x 106 kg/m2 ·s) tidak direkomendasikan untuk peledakan, sedangkan batuan berimpedansi menengah hingga tinggi memerlukan bahan peledak dengan impedansi yang sepadan, seperti ANFO untuk impedansi menengah (1,6 – 3,3 x 106 kg/m2 ·s), dan emulsi/slurry untuk impedansi tinggi (4,6 - >7,0 x 106 kg/m2 ·s). Algoritma yang dikembangkan berhasil diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web dan menghasilkan rekomendasi yang konsisten dengan perhitungan manual, sehingga dapat berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan pada tahap evaluasi awal perencanaan peledakan.