Penetapan besaran iuran merupakan aspek fundamental dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selama ini, pendekatan yang digunakan masih berbasis statis berdasarkan metode Experience Rating yang mengandalkan eksposur biaya manfaat layanan kesehatan dan frekuensi historis. Metode tersebut kurang adaptif dalam menangkap dinamika perubahan pemanfaatan layanan kesehatandan potensi endogenitas antar variabel yang mempengaruhi besaran iuran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model perhitungan yang lebih dinamis melalui pendekatan Generalized Method of Moments (GMM). Kerangka konseptual yang digunakan merujuk pada teori Behavioral Model of Health Services Use (Andersen, 1995) dengan mempertimbangkan faktor kecenderungan penggunaan layanan kesehatan (Predisposing) seperti usia dan jenis kelamin peserta, faktor pendukung penggunaan layanan kesehatan (Enabling) seperti biaya layanan kesehatan, fragmentasi layanan dan readmisi, serta faktor kebutuhan penggunaan layanan kesehatan (Need) terhadap prevalensi penyakit kronis berbiaya tinggi untuk penyakit jantung, diabetes-melitus, dan hipertensi.
Data yang digunakan mencakup kepesertaan dan biaya manfaat Program JKN untuk periode tahun 2016-2019. Analisis awal dilakukan dengan uji Hansen-Sargan Test untuk melihat validitas data dan uji autokorelasi Arellano-Bond untuk menguji konsistensi model. Model perhitungan yang digunakan dalam perhitungan iuran JKN melalui pendekatan GMM.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dengan memperkaya literatur aktuaria sosial dan ekonometrika kesehatan, serta kontribusi praktis berupa alternatif kerangka perhitungan iuran JKN yang lebih adaptif. Model mendukung kebaharuan metodologi perhitungan iuran JKN bagi BPJS Kesehatan dalam menjaga keberlanjutan Dana Jaminan Sosial Kesehatan (DJS).
Perpustakaan Digital ITB