digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - AYANG RENDY RISMA HIDAYAT
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sektor pertanian di Daerah Irigasi (D.I.) Ujung Jaya seluas 1603 Ha sangat bergantung pada suplai air dari Bendung Cariang yang membendung Sungai Cipelang. Pada tahun 2021, bendung ini mengalami kegagalan struktural berupa fenomena bypass yang menyebabkan aliran sungai menjebol sayap bendung dan membentuk alur baru, sehingga layanan irigasi terhenti total. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan ulang secara komprehensif yang mencakup analisis hidrologi, penentuan lokasi tapak, desain hidraulika, analisis stabilitas, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan rencana Operasi dan Pemeliharaan (O&P). Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data hujan satelit GPM terkalibrasi, dengan curah hujan rencana dihitung menggunakan metode Log Pearson III. Transformasi hujan-debit menggunakan metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu menghasilkan debit banjir rancangan periode ulang 100 tahun (????100) sebesar 495.98 m³/s. Simulasi ketersediaan air menggunakan metode F.J. Mock menunjukkan bahwa debit andalan sungai secara absolut mampu memenuhi kebutuhan air irigasi puncak sebesar 1.52 m³/s tanpa terjadi defisit. Berdasarkan matriks evaluasi, Alternatif 3 yang berada di hilir bendung eksisting ditetapkan sebagai tapak paling optimal karena memiliki morfologi sungai yang lurus, simetris, dan lapisan tanah keras berada pada kedalaman dangkal. Bendung didesain menggunakan mercu tipe bulat dengan elevasi mercu +42.60 mdpl, tinggi tubuh bendung 3.50 m, dan lebar total 54.20 m. Untuk mencegah kerusakan akibat material dasar sungai (sedimen kasar), digunakan peredam energi tipe Mercu Datar Olakan (MDO) dengan kedalaman lantai dasar 5.60 m dan panjang kolam 7.60 m. Bangunan pengambilan (intake) direncanakan memiliki 1 pintu selebar 1.50 m untuk menyalurkan kapasitas desain 1.82 m³/s, dilengkapi dengan bangunan pembilas undersluice dan kantong lumpur sepanjang 120 m. Hasil analisis stabilitas menyimpulkan bahwa dimensi struktur bendung aman terhadap bahaya guling, geser, eksentrisitas pembebanan, dan daya dukung tanah, baik pada kondisi Muka Air Normal (MAN) maupun Muka Air Banjir (MAB) yang dikombinasikan dengan beban gempa